Sebenarnya kerugian tersebut bisa diminimalisir kalau saja fasilitas berupa alat pemadam kebakaran tersedia dan memadai di kabupaten yang merupakan daerah pemekaran Kutai Barat di tahun 2012 silam.
Beberapa waktu lalu Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun mengaku kabupaten dengan ibu kota Ujoh Bilang ini hanya memiliki tiga mobil rongsokan dan tujuh sepeda motor yang digunakan setiap kali si jago merah mengamuk.
Kapolsek Long Bagun Ipda Andik Fitryadi kepada Korankaltim.com Senin (4/3/2024) hari ini saat ditemui di Kantor Polsek Long Bagun, Ujoh Bilang, pun menyoroti hal itu.
Andik mengaku beberapa musibah kebakaran yang terjadi dan ditangani timnya, terbaru di Kecamatan Long Bagun, masyarakat yang terdampak kebakaran kerap mengandalkan ember dan mesin alkon untuk memadamkan api, hal mana yang membuat warga terdampak mengalami kerugian sampai ratusan juta.
Karena itu Andik berharap tahun ini Pemkab Mahulu bisa menyediakan mobil pemadam kebakaran yang memadai. “Kami dari kepolisian selalu mendukung apapun program dari pemerintah kabupaten,” ucap Andik.
Pemkab Mahulu sebelumnya sudah menyediakan kapal cepat atau speed boat untuk damkar dan diapresiasi Andik, hanya saja mereka berharap ada fasilitas kendaraan roda empat untuk bisa mengakses tempat-tempat terpelosok di Mahulu. “Speed boat hanya bisa digunakan saat kebakaran di daerah sungai, ementara musibah kebakaran tidak hanya terjadi di pinggiran Sungai Mahakam saja, meski masyarakat Mahulu banyak yang tinggal di daerah pesisir. Kebakaran kan tidak mungkin di pinggir semua,” paparnya.
Diharapkan Pemkab Mahulu bisa menyediakan mobil damkar yang lebih banyak lagi untuk memudahkan masyarakat ketika terkena musibah kebakaran.
Editor: Aspian Nur