Kondisi itulah yang membuat listrik terkendala untuk dialirkan selama 24 jam.
Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun menjelaskan, pembangunan listrik di Mahulu memang sudah menjadi target pembangunan utama sejak kabupaten ini dimekarkan dari Kutai Barat (Kubar).
"Terutama yang daerah yang belum teraliri listrik nya. Kayak arah yang mau ke Long Pahangai Long Lunuk itu kan," kata Avun kepada Korankaltim.com Kamis (15/2/2024) hari ini.
Hal itu diakuinya belum bisa maksimal dilakukan ke semua kampung meski di Kecamatan Long Pahangai sudah dibantu fasilitas dari pemerintah provinsi.
"Karena jarak antar kampung jauh-jauh, memerlukan anggaran sampai miliaran rupiah untuk beberapa kampung," ujar Avun lagi.
Tidak hanya kondisi geografis, kendala kurang maksimalnya listrik di beberapa wilayah di Mahulu juga di sebabkan karena jalan.
"Kalau mau pasang tiang llistrik tanahnya masih bergerak, ada yang ditimbun dan segala macam. Itu menjadi kendala juga sebenarnya," ungkapnya.
Inisiasi yang dilakukan pemkab saat ini adalah penggunaan mesin genset dan tenaga surya meski hal itu tidak menjamin.
"Karena tenaga surya ini kendalanya dibaterai, tidak kuat, ada batas waktunya," jelas Avun.
Pemerataan pembangunan listrik di Mahulu tetap diupayakan dirinya dan Bupati Bonifasius Belawan Geh. Selain APBD, pemkab tetap dibantu dalam hal penganggaran dari Pemprov Kaltim juga PLN.
Pembangunan listrik di Mahulu tentu memerlukan persiapan konsep yang matang. "Karena ada yang harus dibuat jalur (kabel) penyeberangan lewat mahakam," ujarnya.
Dan itu menurutnya memerlukan biaya dan fasilitas pendukung seperti jembatan yang perlu dibangun.
"Tapi bangun jembatan itu mahal, sementara kampungnya tidak seberapa, contohnya di Ujoh Bilang, mudik lagi ke hulu di Long Pahangai," pungkas Avun.
Editor: Aspian Nur