Kondisi ini yang dikhawatirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mahulu pada saat melakukan perhitungan suara dan proses rekapitulasi serta hasil perhitungan suara pemilu dalam penggunaan aplikasi Sirekap.
Sirekap adalah perangkat aplikasi berbasis teknologi informasi sebagai sarana publikasi hasil perhitungan suara dan proses rekapitulasi hasil perhitungan suara, serta alat bantu dalam pelaksanaan hasil perhitungan suara pemilu.
Ketua KPU Mahulu Frederik Melawen mengharapkan, sering terjadinya FO Cut pada jaringan telekomunikasi di Mahulu ini dapat dicermati lagi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu, dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Mahulu.
"Bukan menjadi tantangan bagi masyarakat Mahulu, tetapi menjadi tantangan bagi penyelenggara pemilu, kenapa? Karena penyelenggara pemilu 2024 ini akan menggunakan alat bantu yang namanya Sirekap," kata Frederik kepada Korankaltim.com, Kamis (1/2/2024).
Sehingga, Didit sapaan akrabnya itu mengatakan bahwa jika kondisi jaringan yang stabil maka petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dapat segera melapor apa yang terjadi kepada masyarakat. "Apa hasil TPS saat itu, ya walaupun tetap hasil keputusan yang menggunakan hasil rekapitulasi secara bertingkat dari TPS, PPK sampai KPU," imbuhnya.
Namun, dia menilai, dengan adanya Sirekap dan dukungan jaringan yang stabil juga dapat membuat masyarakat langsung mengetahui secara sekejap mata informasi terkait pemilu 2024. "Oh ini sudah terjadi penghitungan sekian lah angkanya di TPS A, B, atau C. Tapi, jika tidak didukung jaringan internet yang baik maka hal ini tidak bisa dilakukan," tegasnya.
Sehingga dia berharap kepada Pemkab Mahulu maupun Pemerintah Pusat bisa memperhatikan hal tersebut, lantaran dia menilai kondisi jaringan di kabupaten termuda di Kaltim ini sangat memprihatinkan.
"Karena bukan baik lagi tapi sangat buruk ya, kualitasnya. Apalagi, hanya satu provider yang kita gunakan. Sehingga harapannya mungkin nanti Pemerintah Kabupaten bagaimana kualitas internet di Mahulu ini menjadi lebih baik," harap nya.
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Mahulu, Markus Wan mengatakan saat ini pihaknya juga sudah melakukan upaya dalam menghadapi kondisi jaringan yang kerap kali terjadi FO Cut, yang mana dia mengaku untuk saat ini jaringan yang ada hanya menggunakan satelit.
"Semoga pertengahan Februari sudah bisa stabil, Kominfo dalam hal ini hanya bisa menyampaikan ke provider dan masyarakat untuk menjaga FO yang ada, karena kalau memakai satelit memang sering tidak stabil," kata Markus kepada korankaltim.com, Kamis (1/2/2024) hari ini.
Editor: Maruly Z