Kepala Dinkes Mahulu Petronela Tugan melalui Kepala Bidang Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB) Rita Supratiwingsih menjelaskan hal ini kepada Korankaltim.com Selasa (23/1/2024) siang tadi.
Stunting menurut Rita sebetulnya bukan dari pola makan yang tidak terjaga akan tetapi lebih kepada cara pola asuh orangtua yang diterapkan dengan baik sehingga dia berharap hal itu di Mahulu dapat ditingkatkan terutama bagi ke pasangan suami istri yang ingin menikah dan akan memiliki anak.
"Kasus stunting itu lebih ke pola asuh, karena anak usia 1 sampai 3 tahun masa aktif-aktifnya. Kalau diterapkan pola asuh anak usia 5 tahun ke 3 tahun terbalik, tidak sesuai," tegas Rita.
Di Kampung Laham memiliki masalah yang mana pola asuh orangtua masih kurang dari pada teori yang sebenarnya. Pertama itu terjadi karena pengaruh gadget yang secara berkesinambungan diberikan kepada anak yang belum usianya harus menggunakan gadget sehingga mengakibatkan terhambatnya pada tumbuh kembang anak.
Selain itu kurangnya kesiapan dari pasangan suami istri yang memiliki anak sehingga kurangnya kesiapan itu mengakibatkan pola asuh yang salah. "Jadi Laham itu termasuk dalam lokus stunting. Untuk data lebih lanjutnya belum ada karena masih menunggu hasil kajian di tahun 2023," papar Rita.
Editor: Aspian Nur