Prestasi itu didapatkan Mahulu bertepatan dengan HUT ke-67 Provinsi Kalimantan Timur yang diserahkan Penjabat Gubernur Akmal Malik di Samarinda 9 Januari lalu.
Namun raihan prestasi itu ternyata justru membuat Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh merasa bingung dengan proses seleksi yang dilakukan oleh Pemprov Kaltim. “Sebagai penerima tentu kami mengucapkan terima kasih, tapi kenapa hanya satu? kenapa tidak ada yang lain? saya tidak mengerti juga bentuk seleksinya seperti apa,” ujar Bonifasius kepada Korankaltim.com Kamis (11/1/2024) hari ini.
Politikus Partai Gerindra itu menyebut Pemkab Mahulu sejauh ini sedang giat-giatnya membangun berbagai sektor dan terdapat capaian-capaian kerja yang harus diapresiasi.
Karena itu sejatinya menurut Boni capaian kerja yang berhasil mereka lakukan cukup banyak diantaranya membangun desa menggunakan anggaran desa yang signifikan. Sebelumnya desa di Mahulu tertinggal akhirnya menjadi desa yang maju didukung pembangunan infrastruktur desa yang sudah dilengkapi fasilitas sehingga layak dihuni.
Selain itu juga diungkapkannya capaian kerja yang perlu diapresiasi di tengah-tengah giatnya Pemkab Mahulu membangun adalah di bidang ketahanan pangan karena dia menilai di saat ketahanan pangan se-Indonesia sedang tidak stabil, Mahulu justru masih bertahan yang didorong dari program dalam bidang sektor pertanian.
Di bidang pembangunan jalan, jembatan, Kesehatan dan pendidikan juga dianggap sudah berhasil. Karena itu Bonifasius menilai hal itu memberikan perubahan bagi daerah yang baru saja berdiri di usianya yang sangat belia. "Tidak ada menjadi ada, yang dulunya tidak baik menjadi baik sekarang. Ya sudahlah mungkin belum rejeki," pungkas Bonifasius.
Editor: Aspian Nur