Ketua KPU Kutai Barat Arkadius Hanye kepada Korankaltim.com menjelaskan, logistik pemilu hanya dipakai sekali dan setelah Pemilu harus dimusnahkan. "Logistik Pemilu ini semuanya habis pakai, artinya semuanya baru. Setiap Pemilu selesai harus dimusnahkan, jadi tidak dipakai lagi untuk Pemilu berikutnya," ujar Arkadius Senin (7/1/2024) hari ini
Ditegaskannya juga semua logistik akan disortir terlebih dahulu oleh tim khusus untuk menghindari kerusakan. KPU Kutai Barat sendiri sudah menerima 80 persen logistik Pemilu, termasuk kertas suara untuk pemilihan presiden, anggota DPR RI, DPR provinsi dan anggota DPRD kabupaten/kota. Kertas suara untuk pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) masih dalam pengiriman, dijadwalkan tiba dalam beberapa hari ini.
"Informasinya kapal ekspedisinya sudah tiba di Pelabuhan Samarinda 4 atau 5 Januari lalu. Setelah bongkar langsung akan diantar ke masing-masing kabupaten kota. Sebanyak 80 persen logistik sudah diterima, termasuk surat suara untuk berbagai jenis pemilihan,” sebutnya
Untuk menjaga keamanan logistik, KPU Kutai Barat memiliki dua gudang, satu di kantor sendiri dan satu di Simpang Raya yang dikontrak. Pengamanan dilakukan oleh Polres dan Pamdal KPU untuk memastikan keselamatan logistik hingga hari pemungutan suara.
Pada Pemilu serentak 14 Februari mendatang, Kutai Barat memiliki 532 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 194 desa/kelurahan pada 16 kecamatan. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 125.137 pemilih, dan sebanyak 5 jenis kertas suara akan digunakan dalam pemilihan tersebut. Arkadius berharap Pemilu dapat berjalan lancar dan demokratis sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Editor :Aspian Nur