Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Mahulu, Geh Luhat mendesak aparat kampung untuk melakukan rapat terbuka bersama masyarakat agar warga bisa segera menikmati suasana tahun baru tanpa adanya pemadaman listrik.
Dia merasa prihatin dengan kondisi warga di daerah pemilihannya yang selama dua pekan tidak mendapatkan aliran listrik untuk penerangan, sehingga dirinya mengaku banyak menerima keluhan warga terkait padamnya listrik.
Mantan Wakil Ketua Badan Pengurus Kampung (BPK) Laham itu mengaku bahwa mesin lampu yang biasa digunakan untuk penerangan selama enam jam lamanya di Kampung Laham sebetulnya tidak bermasalah, melainkan sistem pengelolaannya saja yang belum maksimal.
"Kenapa pengelolaannya ini tidak ada keterbukaan dengan masyarakat, sementara mesin yang digunakan untuk penerangan selama ini sebenarnya milik masyarakat," katanya kepada korankaltim.com, Rabu (27/12/2023) hari ini.
Lebih lanjut politisi Partai Demokrat itu mengaku saat dirinya masih menjadi Wakil BPK Laham, selalu melakukan rapat dengan warga terkait laporan pengelolaan lampu selama tiga bulan sekali.
Hal ini bertujuan untuk meminta keputusan kepada warga bahwa ada pengguna lampu lainnya yang dalam beberapa bulan terakhir tidak membayar, sehingga dapat diambil keputusan bersama jika yang tidak membayar maka rumahnya tidak akan dialiri listrik sementara waktu.
"Pengelolanya itu sebenarnya tidak ada hak untuk memutuskan aliran listrik ke rumah warga jika tidak diadakan rapat untuk pengambilan keputusan. Tapi sekarang, itu saya lihat tidak lagi dilakukan," jelasnya.
Sehingga dia mengaku tidak adanya warga yang tak membayar tagihan dan tidak adanya Bahan Bakar Minyak (BBM) itu sebetulnya tidak benar, sehingga dia belum mengetahui alasan kenapa pengelola listrik di dapilnya dengan serentak dipadamkan.
"Padahal kapal yang bawa BBM kemarin ada, tapi yaitu saya tidak tahu kenapa listriknya dibilang sama pengelolanya ini kalau listrik bakal nyala di Januari nanti," jelasnya.
Atas kejadian tersebut, dia mengaku sangat menyayangkan harus terjadi di saat warga ingin merayakan Natal dan menjelang tahun baru 2024 bersama keluarga.
Dia berharap petinggi Laham segera membuat rapat terbuka dengan masyarakat terkait permasalahan penerangan di Laham yang terjadi saat ini sebagaimana dia meyakini jika pengelolaannya diperhatikan lebih baik maka penerangan di Kampung Laham tidak lagi menjadi masalah di kalangan warga.
Editor: Maruly Z