Boni sapaan akrab bupati mengatakan , bahwa peresmian jembatan dilakukan bersamaan pada hari jadi Mahulu ke-10 tahun. "Iya, ini kado Mahakam Ulu di usia yang ke-10 tahun karena kita sudah dapat satu jembatan yang lumayan bagus dan representatif untuk kepentingan masyarakat," katanya.
Politikus Partai Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindra) itu pun meminta kepada masyarakat Mahulu, khususnya warga Kampung Long Melaham yang berdekatan langsung dengan jembatan itu untuk menjaga dan merawat jembatan yang memiliki panjang 60 meter itu.
Dia menganggap, jembatan yang menelan anggaran Rp103, 1 miliar itu bukan saja mahal dari segi pembangunannya tetapi mahal dalam segi pemanfaatan. Sehingga dia mengaku yang berperan penting dalam merawat jembatan itu untuk tetap berfungsi dalam jangka waktu yang panjang adalah masyarakat Long Melaham sendiri.
"Makanya kami menitip pesan untuk masyarakat Long Melaham dan kita semua dan yang terhormat Pak Wakapolres dengan timnya juga kita sama-sama mengawasi ini karena nilai visinya ini mahal," tuturnya.
Dia menambahkan, dengan adanya pengawasan dari Polres Mahulu maka akan lebih terjaga karena mengantisipasi dari hal yang tidak diinginkan terjadi. Selama proses pembangunan jembatan itu diakuinya memang ramai dilalui warga meski pihaknya sudah sempat melarang untuk sementara jangan dilalui untuk menjaga risiko kecelakaan terjadi.
Setelah resmi dibuka, pria kelahiran Mamahak Besar itu akhirnya mengizinkan warga untuk menggunakan jembatan tersebut dengan sebaik-baiknya agar dapat digunakan warga.
Editor: Maruly Z