Penyerahan secara simbolis berlangsung di Alun-Alun Ujoh Bilang Kamis, (14/12/2023) hari ini bertepatan dengan HUT ke-10 Kabupaten Mahulu ke-10 diwakili petinggi kampung dari lima kecamatan di Mahulu.
Kampung Ujoh Bilang, Long Bagun Ulu, Long Bagun Ilir, Batoq Kelo, Batu Majang, Long Melaham, Mamahak Besar dan Mamahak Ulu adalah kampung-kampung yang menerima penyerahan pompa apung secara simbolis tersebut.
Kepala BPBD Mahulu, Agus Darmawan mengatakan pompa ini sudah sesuai dengan standarisasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan penyerahan itu merupakan bentuk bukti kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu kepada masyarakat. "Ini merupakan alat yang relevan untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan," kata Agus kepada Korankaltim.com disela penyerahan.
Dengan adanya pompa apung tersebut mereka berharap masyarakat dapat melakukan penanggulangan dini sebelum adanya petugas yang turun ke lokasi kebakaran.
"Kalau terjadi kebakaran hutan dan lahan, masyarakat bisa cepat menanggulangi sebelum ada petugas datang langsung ke lokasi kejadian," tegas Agus.
Fitur otomatis yang dimiliki oleh pompa apung dapat menjadi solusi untuk menjangkau titik kebakaran karena pompa apung tersebut penggunaanya pada genangan, rawa, sumur atau sungai yang cara kerjanya jika dicelup ke sungai dan secara otomatis menghisap dan menyemptor ke titik api.
Pompa apung ini memiliki dua nosel yang dapat digunakan sebagai protektif pada kebakaran. "Standar 60 meter selangnya, ada nosel sehingga pada saat kejadian kebakaran juga bisa langsung ke titik api dan kepalanya ada dua untuk sebagai protektif karena dia bisa menyebar noselnya," imbuhnya.
Dengan jarak tembak sepanjang 50 - 60 meter, pompa apung ini menggunakan bahan bakar bensin, sehingga dia mengaku bahwa sebelumnya pihaknya telah memberikan pembekalan kepada masyarakat dalam penggunaan pompa apung ini pada Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).
Editor: Aspian Nur