Padahal, Kampung Muara Beloan menjadi salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Kutai Barat (Kubar). Warga pun menyampaikan keluhan ini kepada ketua DPRD Kubar saat penyerahan bantuan mesin ces di Kampung Muara Beloan pada Jumat (8/12/2023).
Warga kampung Muara Beloan harus merasakan kampungnya terisolir. Karena jalan yang dibangun Pemkab Kubar, belum terhubung hingga ke kampung Muara Beloan. Kondisi tersebut pun dikeluhkan ke Anggota DPRD Kubar.
Merespons hal tersebut, Ketua DPRD Kubar, Ridwai, menjanjikan dukungan untuk memperjuangkan perbaikan jalan tersebut. "Saya akan dorong supaya jalan ini segera diperbaiki, agar bisa difungsikan," ucap Ridwai setelah melihat kondisi jalan yang masih mengalami kendala.
Ridwai juga mengambil inisiatif dengan meminta perusahaan tambang untuk membuat tempat parkir bagi warga Beloan, mengingat jalan umum kini digunakan untuk angkutan batu bara. "Dengan jalan ini, nantinya masyarakat bisa dengan mudah menjual hasil perikanan mereka," tambahnya.
Terpisah, Sekretaris Kampung Muara Beloan, Heri Sandi, mengungkapkan bahwa permintaan warga terhadap peran perusahaan dalam memperbaiki jalan belum mendapat respons positif. "Jalan kami belum ada, itu menjadi kesulitan kami," ujar Heri Sandi dalam pertemuan dengan ketua dewan.
Diketahui, akses melintasi anak sungai saat ini mengandalkan perahu ces atau ketinting, menambah kesulitan bagi warga. Kendaraan harus ditinggalkan di pinggir sungai Mahakam yang jaraknya lebih dari 10 kilometer dengan kampung. (*/kk)
Editor: Maruly Z