Dua sekolah ini memang memiliki masalah yang hampir sama secara khusus, seperti keterbatasan ruang kelas sehingga dari pihak sekolah melakukan beberapa rombongan belajar (rombel) agar murid-murid bisa mengikuti pembelajaran di sekolah dalam dua sesi di setiap harinya. Seperti kelas 1, 2, dan 3 mengikut pembelajaran di waktu pagi. Untuk kelas siangnya dilaksanakan untuk kelas 4, 5 dan 6.
Selain itu, ketersediaan ruang Perpustakaan, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), ruang keagamaan, tempat wudhu, ruang guru dan ruang kepala sekolah pun masih menjadi kendala dua sekolah ini, bahkan ruang kepala sekolah juga digabung dengan beberapa alat tulis kantor (ATK) seperti kertas HVS.
Menyikapi masalah tersebut, Sekretaris Komisi I DPRD Mahulu, Martinus Jeno Huvang menyebut, pihaknya akan mendukung pemenuhan sapras pendidikan di Mahulu. "Kalau fasilitas pendidikan untuk saat ini memang belum maksimal namun tetap kita upayakan. Jadi kita dorong lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) atas apa yang kurang dari sekolah-sekolah ini. Dari DPRD ini siap saja kami membackup," imbuh Martinus.
Sehingga dia mengatakan, pihaknya untuk di daerah pemilihan (dapil) masing-masing juga sudah mengusulkan sarana prasarana (sapras) pendidikan yang memang rata-rata berupa fisik. "Dari pembangunan gedung sekolah baru, rehabilitasi gedung, pembangunan ruang laboratorium, kemudian lapangan olahraga, WC (water closed) murid, WC guru, ruang guru, ruang kelas baru," singkatnya.
Ia mengaku dukungan pemerintah sangat luar biasa untuk pemenuhan sapras pendidikan di Mahulu sehingga ia katakan pihaknya selalu memberi respon yang baik. Seperti yang baru-baru ini dia lakukan di dapilnya yaitu Desa Long Kuling, Kecamatan Long Pahangai sedang dibangun WC di Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kemudian juga sudah dilakukan bangunan baru untuk SMP di Long Kuling. "Sebelumnya mereka di Long Kuling itu kan gabung sama di Long Lunuk. Nah itu kan jauh, jadi sekarang sudah bangun SMP nya," jelasnya.
Lebih lanjut juga ia katakana, di Kecamatan Long Apari sedang dibangun gedung SMP yang baru yang di mana lokasi ini merupakan pecahan dari kampung Tiong Ohang yang jarak tempunya sampai lima jam.
Sehingga ia katakan semua sapras pendidikan yang di Mahulu tentu belum terpenuhi secara baik, akan tetapi secara bertahap dan pihaknya akan tetap mengupayakan.
Editor: Maruly Zainuddin