Perlu diketahui, Kelompok Tani Sayur Balap Ujoh Bilang merupakan kelompok tani yang bergerak dalam penanaman sayur-sayuran dan termasuk dalam binaan Dinas Pertanian Kabupaten Mahulu yang berdiri sejak Maret lalu, dan berhasil diajukan dalam penyaluran dana dalam program ZCD.
Wakil Ketua II Bagian Pemberdayaan Distribusi Baznas Mahulu, Edy Heriyanto menyebut, penyaluran dana sebesar Rp100 juta tersebut berhasil disalurkan Baznas Kaltim kepada Kelompok Tani Sayur Balap Ujoh Bilang melalui Baznas Mahulu dengan tujuan pembelian bibit, obat-obatan pertanian, pupuk serta alat-alat pertanian seperti alat menyiram tanaman berupa mesin alkon dengan merek robin kapasitas 300 liter, mesin air otomatis, seratus batang pipa serta tandon untuk menampung air.
“Kendala utama di musim kemarau di sini, air. Apalagi tidak ada hujan, sayur-sayurnya cepat layu. Makanya sebelumnya itu kami sarankan untuk pengadaan sanitasi air untuk membantu para petaninya agar menyiram tanaman tidak terlalu banyak menyita waktu dan tenaga,” imbuh Edy kepada Korankaltim.com, Rabu (15/11/2023) sore.
Sehingga, penyaluran dana tersebut disalurkan ke rekening kelompok tani kemudian dibelanjakan sendiri meski tetap dalam pengawalan Baznas Mahulu agar tidak ada penyelewengan dana ke hal yang lain.
Meski saat ini sudah tersalur dana kepada Kelompok Tani Sayur Balap Ujoh Bilang, Edy menyebut pihaknya sedang mengupayakan dalam penyaluran dana kepada dua kelompok tani lainnya yang ada di Kecamatan Long Bagun yaitu Kelompok Tani Sayur Jaya Sebenaq dan Kelompok Tani Urip Kayan Jaya Long Melaham.
Sehingga, Edy menyebut pihaknya baru bisa mendukung tiga kelompok tani tersebut sebagaimana dia mengaku saat ini di Mahulu memang terdapat kelompok-kelompok tani yang sudah mulai aktif di tiap kampungnya namun belum dapat terjangkau oleh Baznas Mahulu karena keterbatasan anggaran dan operasional. “Saat ini yang bisa kita maksimalkan itu yang terdekat,” jelasnya.
Dia menyebut hal ini dilakukan karena mengingat Ujoh Bilang merupakan ibu kota kabupaten, dan hal ini dilakukan untuk mengutamakan petani sayur yang ada di sekitar kabupaten/kota agar tidak ada lagi penjual-penjual sayur yang bergantung dengan daerah lain sehingga dapat memberdayakan petani-petani yang ada di Ujoh Bilang sebagaimana selama ini di Mahulu masih melakukan penyuplaian sayur dari kabupaten tetangga, yaitu Kabupaten Kutai Barat.
Editor: Maruly Z