Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Avun menyebut, penyerahan bantuan logistik ini adalah salah satu bentuk prihatin dan kepedulian Pemkab Mahulu terhadap keluarga korban yang mengalami bencana kebakaran, sebagaimana dia mengaku kejadian ini merupakan kejadian berat yang dialami mereka yang tidak hanya kehilangan satu unit rumah saja, akan tetapi kehilangan harta dan benda yang sudah mereka miliki.
Sehingga, dalam waktu dekat ini melalui Dinsos Mahulu menyalurkan uang sebesar Rp25 juta untuk biaya pembangunan rumah yang terbakar. "Rencananya akhir tahun ini kita akan berikan dari Dinas Sosial," imbuh Avun.
Penyerahan logistik itu tidak hanya berupa sembilan bahan pokok (sembako) saja, melainkan Avun menyebut pihaknya juga menyalurkan bantuan berupa barang seperti pakaian yang masih layak untuk dipakai serta alat-alat untuk tidur seperti selimut guna meringankan beban korban kebakaran.
Dengan adanya kejadian tersebut dia mengimbau kepada masyarakat se-Kabupaten Mahulu untuk lebih waspada terhadap api sebagaimana dia mengingat masyarakatnya sampai saat ini masih ada yang menggunakan pelita dan genset serta rumah-rumah yang dibangun dengan menggunakan bahan kayu.
Selanjutnya, ia juga meminta kepada Pemerintah Desa Long Pakaq untuk melakukan penataan warga yang berjarak dengan tujuan untuk menghindari banyaknya korban jika terjadi kebakaran, kemudian dia juga dia minta untuk mengadakan mesin alkon di tiap rukun tangga (RT) untuk memadamkan kebakaran.
"Karena kalau pakai mobil kan agak sulit, yang paling mudah kan alkon itu," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin