Puncak acara festival Dahau dimulai dengan apel dipimpin langsung Bupati Kubar, FX Yapan. Acara pun semakin meriah dengan adanya pemecahan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk mawiq gawang atau gendong anjat terbanyak yang dihadiri sekitar 11.376 warga Kubar.
Setelah rekor MURI tercipta, tarian kolosal yang ditampilkan oleh 750 siswa-siswi dari 16 kecamatan Kubar ikut memeriahkan puncak HUT ke-24 Kubar ini. Tarian kolosal mencerminkan keragaman budaya daerah dengan tarian yang berasal dari 6 etnis asli Kubar, yaitu suku Dayak Ahoeng, Dayak Benuaq, Dayak Tunjung, Dayak Kenyah, dan etnis melayu, serta 4 etnis nusantara, seperti Batak, Nusa Tenggara Timur, Jawa, dan Toraja.
Setelah tarian kolosal yang memukau itu, parade dari 16 kecamatan di Kubar memeriahkan acara dengan memamerkan ciri khas dari masing-masing daerah. Masyarakat dan peserta festival pun semakin merasakan kekayaan budaya dan kearifan lokal Kubar.
Bupati Kutai Barat, FX Yapan saat wawancara dengan media menekankan pentingnya melestarikan budaya dan kearifan lokal, terutama bagi suku Dayak. "Sebagai suku Dayak, kita harus bangga dan melestarikan budaya dan kearifan lokal seperti anjat dan tarian ini. Festival Dahau adalah wadah untuk memperkuat rasa persatuan dan cinta akan budaya kita," ujarnya. Acara Festival Dahau 2023 akan ditutup pada malam ini dengan ramah tamah yang akan diisi oleh grup band Repvblik dan penyanyi Heppy Asmara.
Editor: Maruly Zainuddin