Hal ini diketahui setelah keluarnya surat resmi yang dirilis Bupati Kutai Barat FX Yapan serta hasil rapat Panitia Dahau Sendawar Kamis (12/10/2023) kemarin.
Dalam surat edaran mengenai kedatangan Jokowi tersebut disebutkan bakal diadakan pengerahan massa untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Tanah Air tersebut di Alun-Alun Itho Sendawar jam delapan pagi tanggal 3 November atau Jumat tersebut yang diperkirakan bakal dihadiri sekitar 25 ribu.
“Semua pihak yang ada di Kutai Barat ikut serta dalam persiapan penyambutan kunjungan Presiden Republik Indonesia,” ujar koordinator seksi pengerahan massa, Eric Victory kepada Korankaltim.com Jumat (13/10/2023) hari ini
Untuk memastikan kelancaran acara tersebut, camat di 16 kecamatan yang ada di Kutai Barat diminta untuk menjadi koordinator lapangan dalam mengoordinasikan dan menggerakkan massa dari masing-masing wilayah yang mereka pimpin.
Petinggi kampung di seluruh Kutai Barat juga diminta menyiapkan sekitar 40 orang dari masing-masing kampung, kecuali untuk kampung dan kelurahan yang berdekatan dengan pusat Pemerintahan Kabupaten Kutai Barat seperti di Kecamatan Barong Tongkok, Kecamatan Melak, Kecamatan Sekolaq Darat, dan Kecamatan Linggang Bigung yang minimal 75 orang diharapkan hadir.
Selain persiapan penyambutan presiden, panitia Festival Dahau juga memiliki rencana untuk mencatat rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menggelar kegiatan Mawig Gawangk atau menggunakan tas tradisional Dayak terbanyak pada 5 November atau dua hari setelah kehadiran Jokowi.
Editor: Aspian Nur