Proses pemilihan penari telah dilakukan melalui audisi diberbagai SMA dan SMK di seluruh kecamatan pada awal September. Hasilnya, sekitar 750 pelajar terpilih untuk berpartisipasi dalam tari kolosal yang akan menjadi sorotan utama acara perayaan HUT Kubar.
Koreografer tari kolosal, Hertalina menjelaskan, "Awal bulan September kita melakukan audisi di sekolah, khususnya SMA dan SMK di seluruh kecamatan di Kubar, dan sekitar 750 pelajar terpilih untuk bergabung dalam tari kolosal," jelasnya.
Penari kolosal ini juga akan menjadi bagian dari penyambutan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. "Kita memiliki dua agenda, yang pertama adalah untuk menyambut Bapak Presiden RI 1 Joko Widodo, dan yang kedua adalah pertunjukan tari kolosal pada tanggal 5 November nanti." ujarnya saat ditemui korankaltim.com pada Kamis (12/10/2023).
Tahun ini, tari kolosal Kubar akan memiliki beberapa perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. "Akan ada penambahan elemen etnis dalam tarian ini, yang terdiri dari etnis Jawa, Batak, Toraja, dan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang akan melengkapi 6 etnis yang sudah ada di Kubar," ujarnya.
Persiapan tarian kolosal ini melibatkan 21 pelatih terbaik di Kubar untuk melatih 750 penari yang terdiri dari 6 pelatih dan 15 asisten pelatih. Hertalina berharap lewat momentum ini agar pelajar di Kubar terus melestarikan budaya dan seni yang ada di kubar.
"Mari membangun Kutai Barat dengan seni, dan untuk pelajar di Kutai Barat, teruslah berkarya dan menari agar identitas budaya kita tidak hilang oleh zaman dan modernitas. Marilah kita bersama-sama memelihara dan menghormati seni budaya kita," tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin