Jumlah tersebut sesuai data yang dikeluarkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Barat berdasarkan pembuatan Kartu Pengantar Kerja (AK1) yang dikeluarkan dinas tersebut. Hanya saja jumlah pencari kerja yang terdaftar tersebut kemungkinkan masih dibawah angka sebenarnya.
"Sebenarnya jumlah pencari kerja itu banyak, hanya saja yang melaporkan tidak semua, mungkin ini hanya 50 persennya saja," jelas Kepala Bidang Penempatan Kerja Disnakertrans Kutai Barat Herlina kepada Korankaltim.com Jumat (22/9/2023) hari ini.
Jumlah pencari kerja dapat meningkat secara signifikan ketika ada pembukaan lowongan pekerjaan, terutamanya di ibu kota kabupaten. "Bulan Mei lalu misalnya, tercatat ada 420 orang yang memohon pembuatan AK1 ketika Rumah Sakit HIS (Harapan Insan Sendawar) Kutai Barat membuka lowongan kerja,” sebut Herlina.
Mayoritas pencari kerja merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). "Yang dominan SMA dan SMK, tapi kebanyakan juga masih belum bisa semuanya diterima," ungkapnya.
Pengalaman kerja menjadi hambatan utama yang dihadapi para lulusan sekolah tersebut yang tentu saja menjadi tantangan tersendiri. "Karena itu perlu peningkatkan pendidikan vokasional dan pelatihan kerja untuk lulusan SMA atau SMK ini," tutup Herlina.
Editor: Aspian Nur