Pelantikan yang dilakukan Sekretaris BKKBN Kaltim Alhafid Hidayat dihadiri siswa dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Barong Tongkok berlangsung di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ).
Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan yang juga hadir dalam kegiatan tersebut berharap pengukuhan Bunda Genre menambah semangat ibu-ibu di kabupaten tersebut untuk lebih memperhatikan anak-anak mereka agar menjadi generasi yang berkualitas.
"Jadi dengan bentuk nyata dibutuhkan peran Bunda Genre ini untuk memberikan semangat kepada semua ibu-ibu yang ada di Kutai Barat melalui tim penggerak PKK di kabupaten dan kecamatan dan terutama memahami hal-hal terkait dengan stunting," papar Edyanto Arkan saat diwawancarai Korankaltim.com pagi tadi.
Hal yang mencetus stunting adalah misalnya pada usia-usia pasangan subur kemudian remaja, anak sekolah dan ibu hamil. Dengan demikian dapat dicermati perilaku-perilaku dan pola hidup agar terhindar dari melahirkan generasi stunting tersebut.
Selain itu dengan dibentuk dan dikukuhkannya Bunda Genre ini bisa memacu 190 kampung dan 4 kelurahan di Kutai Barat untuk memiliki semangat dan pengetahuan yang sama. “Jangan sampai meninggalkan keturunan yang tidak berkualitas terutama fisiknya misalnya kalau fisik diturunkan lemah berarti terjadi kemunduran,” sebut Edyanto.
Diharapkan pada tahun 2024 mendatang kasus stunting pada anak bisa menurun hingga 14 persen. “Untuk kampung atau kecamatan yang kasus stuntingnya rendah harus dipertahankan, menjaga pola hidup, pola makan dan pola asuh,” ucapnya.
Editor: Aspian Nur