Kapolres Mahakam Ulu AKBP Antony Rybok kepada Korankaltim.com sore tadi menjelaskan terkait kebakaran ini.
"Saya sudah menerima laporan terkait peristiwa tersebut, dugaan sementara disebabkan arus pendek listrik," ucap Rybok.
Anggota Polres Mahulu dibantu personel TNI dari Satgas Pamtas, BPBD Mahulu bersama warga berjibaku berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya berupa mobil pemadam kebakaran satu unit, mobil damkar kecil dua unit dan empat unit mobil pompa air. Api berhasil dipadamkan pukul 17.00 WITA.
Kasatreskrim Polres Mahulu Iptu Hadi Winarno S secara terpisah menjelaskan kronologis kejadian. Keterangan dari saksi bernama Syadan yang sedang memberi makan ayam, sekitar pukul 15.30 WITA sebelum api terlihat Syadan mendengar suara kretek kayu kering berasal dari kamar Nurkolis, pemilik rumah.
Diketahui kamar tersebut dalam keadaan kosong sebab Nurkolis sedang berada diluar rumah, sementara orangtua Syadan yaitu Nursia dan keponakannya di ruang sebelah. Dari kamar Nurkolis tersebutlah diduga asal mula api.
Api dengan cepat membesar, membuat Syadan spontan berteriak dan mengosongkan rumah sehingga para warga yang kaget keluar dari rumah dan ikut membantu berupaya memadamkan api.
Ditengah api yang semakin membesar, Syadan kembali mencoba masuk ke rumah untuk mengambil beberapa barang penting.
Api diduga berasal dari plafon rumah yang disebabkan dari konsleting arus listrik saklar dalam rumah.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun korban mengalami kerugian yang diperkirakan senilai Rp 250 juta.
Editor: Aspian Nur