Kepala Dinas Kesehatan Kubar, Dr.Ritawati Sinaga mengatakan, kegiatan penyuluhan dilakukan serentak di faskes yang ada di Kubar, ada yang dilakukan di faskes serta ada juga yang dilaksanakan di luar faskes misalnya di sekolah dan PPTI.
"Penyuluhan diadakan di semua Faskes seperti Rumah Sakit, Klinik, dan PKM, serta ada juga penyuluhan dialog interaktif di RRI, Saya ( Kadis), Pak Devit Manual ( Promosi Kesehatan Dinkes Kubar) serta dokter Spesialis Anak, dr. Dian," ungkap Ritawati Sinaga.
Ditambahkannya, tujuan penyuluhan salah satunya berikan edukasi kepada masyarakat khususnya anak - anak agar lebih sadar dan peduli penyakit TBC adalah salah satu penyakit yang dikategorikan sebagai epidemi di dunia, termasuk di Indonesia.
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis menyerang paru - paru dan dapat ditularkan melalui percikan ludah ini, dapat diminimalisir dengan beberapa tindakan di antaranya menjaga kebersihan, dan menjaga kekebalan tubuh.
Kegiatan penyuluhan TBC Anak serentak tahun 2023 ini, juga dicatat di rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
Untuk diketahui Tuberkulosis merupakan penyakit berbahaya bahkan tercatat menjadi penyebab kematian ke-13 di dunia dan penyakit menular kedua setelah Covid- 19, serta menyebabkan 1,6 juta di dunia meninggal.
Editor: Rusdianto