Dalam pemilihan yang tersebar di 99 kampung itu, tercatat 43 Calon Petinggi Petahana yang terpilih kembali, sedangkan sisanya di tumbangkan oleh calon petinggi pendatang baru.
Berdasarkan Data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kutai Barat, ada 324 Calon Petinggi yang mendaftar dan 68 orang adalah calon petahana, 324 calon terbagi atas 309 calon laki - laki dan 15 calon perempuan.
Dalam pemilihan petinggi serentak tahun 2023 ada 54.720 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap ( DPT), namun hanya 42.802 pemilih yang menggunakan hak suara.
Pemilihan Petinggi kali ini juga mencatatkan sejarah, di antaranya Calon Petinggi Kampung Balok Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Susanto menorehkan sejarah baru di mana dirinya berhasil mencatat namanya menjadi salah satu calon petahana yang mendapatkan kesempatan menjadi Petinggi dua periode. Sebelumnya tidak ada calon petahana di Kampung Balok Asa yang bisa dua periode.
Kemudian, Kampung Benung Kecamatan Damai, mencatatkan perolehan suara imbang antara Calon Petinggi Martalina Beni dan Nardi, dengan perolehan suara sama sebanyak 95 suara sehingga pemilihan petinggi akan di agendakan pemilihan ulang.
Sementara itu, salah satu calon petinggi terpilih di Kampung Juaq Asa, Herkolanus menyampaikan terima kasih kepada timses, simpatisan dan keluarga yang telah mendukungnya sehingga bisa terpilih menjadi petinggi.
“Setelah terpilih jadi petinggi target maju masyarakat dan sejahtera, selain itu target kedepan Kampung Juaq Asa sudah Mandiri, harus naik grade kampung menjadi Kampung Mandiri Sejahtera,” ungkap Herkolanus, Minggu (12/3/2023).
Untuk diketahui di Kampung Juaq Asa ada empat calon yang bertarung untuk kursi Petinggi semuanya pendatang baru, Petinggi sebelumnya, Adrianus tidak mencalonkan diri.
Editor: Rusdianto