Milana, yang merupakan pengendara sepeda motor hingga kini mengaku belum bisa beraktivitas secara normal akibat kecelakaan tersebut.
Pasalnya, insiden itu membuat Milana mengalami cedera serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
"Belum bisa beraktivitas saat ini. Setelah kejadian waktu itu, karena kondisi saya terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Samarinda," ungkap Milana, Minggu (29/1/2023).
Kondisi itu, disebut Milana semakin membikin ia khawatir sebab ia mengaku sudah tak lagi bisa berkomunikasi dengan Riki, yang tak lain adalah pengemudi mobil yang terlibat tabrakan dengannya. Milana membeber, sejak awal Riki disebut bakal memberi kompensasi atas insiden tersebut.
Namun, saat coba dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp ataupun telepon, Riki disebut tak pernah merespons.
"Kami sangat sayangkan pihak Riki tidak mau berkomunikasi, kami inginkan komunikasi. Kami sudah banyak habiskan dana untuk berobat, memang ada pihak Riki memberikan uang sebesar Rp3 juta, tapi karena kondisi saya yang harus dirujuk, uang itu habis untuk biaya. Keluarga harus cari tambahan uang lagi, " ungkap Milana.
Belum lagi, lanjut Milana kendaraan miliknya yang masih berada di Polres Kutai Barat, yang janji awal akan diperbaiki oleh pihak Riki namun hingga kini belum kunjung diperbaiki.
"Jika tidak ada respons kami berencana melaporkan ke Polisi ataupun selesaikan melalui Lembaga Adat," pungkas Milana
Sementara itu, pihak Riki saat dihubungi Korankaltim.com, mengatakan dirinya untuk saat ini tidak lagi tinggal di Kutai Barat. Hal ini disebabkan kondisi perusahaan tempatnya bekerja sedang mengalami masalah.
"Perusahaan kami sedang ada masalah keuangan, sudah hampir 4 bulan tidak digaji, tentu saja ini juga menyulitkan keuangan kami, kami masih menunggu kelanjutan perusahaan," jelas Riki.
Riki mengaku, terkait kecelakaan dirinya menampik jika harus dijadikan pihak yang di salahkan. Namun dirinya sejak awal mengaku siap membantu pihak pengendara motor semampunya.
"Memang belum ada komunikasi karena saya sedang berusaha untuk memulihkan keuangan saya, akibat belum di bayarkan gaji oleh perusahaan," ungkap Pria yang mengaku menetap di Balikpapan tersebut.
Korankaltim.com, lalu menggali informasi dari pihak Kepolisian. Melalui Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Kutai Barat Bripka Apriadi Tului, menyebut pihaknya belum mendapatkan informasi resmi terkait kelanjutan terkait kejadian tersebut.
"Kedua belah pihak masih berusaha menyelesaikan secara kekeluargaan," ungkap Bripka Apriadi.
Editor: Rusdianto