Fenomena mabuk Ngoteng ini membuat masyarakat resah karena memicu kenakalan remaja, tidak mau mendengar nasehat orangtua dan tidak dapat mengontrol diri sehingga terjerumus ke tindakan kriminal.
Terkait hal itu, agen Perdamaian Kutai Barat-Mahakam Ulu Wilhelmus mengaku sangat prihatin. "Saya menghimbau remaja di Kutai Barat untuk tidak coba- coba apalagi kecanduan Ngoteng karena jelas merugikan diri sendiri, orangtua dan masa depan," tegas Wilhelmus kepada Korankaltim.com Rabu (18/1/2022) siang ini.
Peran orangtua dan lingkungan sangat diperlukan sebagai langkah awal mencegah fenomena Ngoteng ini. Di era digital diharapkannya semua selalu menebarkan isu - isu positif, kekeluargaan, kedamaian dan menjadikan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI) sebagai yang terutama.
Penulis : Sunardi
Editor: Aspian Nur