"Sebelumnya ditranfusi darah, beliau kejang, kemudian merasa kesakitan. Lalu dibawa ke ICU tapi beliau tidak sadarkan diri hingga meninggal dunia pukul 17.00 Wita," ungkap Stepanus. saat di temui di rumah duka, Rabu (11/1/2023) malam.
Menurut Stepanus, sebelum meninggal Henderman sempat mengalami gejala sakit kepala dan kerap merasa kedinginan sejak dua pekan terakhir.
"Menurut Diagnosa dokter mengalami gangguan jantung dan infeksi paru-paru," terangnya.
Namun, saat di lakukan tindakan operasi kondisi almarhum semakin menurun hingga tak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia.
Jenazah Almarhum diberangkatkan dari RSUD AWS Samarinda menuju rumah duka di Kutai Barat pada pukul Rabu malam sekira pukul 22.30 Wita.
Untuk diketahui, Henderman Supanji, meninggal pada usia 46 tahun, meninggalkan satu orang istri dan tiga orang anak.
Semasa hidupnya, almarhum di percayakan memangku jabatan penting, di antaranya Kepala Dinas Penanaman Modal,Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Plt Kepala Dinas Pariwisata, terakhir almarhum dipercaya sebagai Kepala Bapenda Kabupaten Kutai Barat, dan Pelaksana Tugas (Plt) Asisten III Setkab Kutai Barat.
Penulis : Sunardi
Editor : Rusdi