Secara keseluruhan Heri menyatakan hasil pencapaian baik tersebut.
"Di bidang pembinaan, tahun 2022 ini, jumlah personel sebanyak 576, namun jumlah ini sudah terbagi beberapa personel yang akan mengisi Polres Mahakam ulu karena tahun depan Polres Mahalu telah ditetapkan perangkatnya," ungkap Heri Rusyaman
Untuk bidang operasional Polres Kutai Barat telah melakukan sosialisasi dan telah menangani 40 kasus kecelakaan lalulintas Dari 40 kasus ada korban meninggal dunia 23 orang, luka berat tiga orang dan luka ringan 44 orang, kerugian materil sekitar Rp60 juta lebih.
Sedangkan kasus pelanggaran ada 1.001 tilang yang di kenakan kepada pengengendara, bersifat teguran ada 3.274 jadi totalnya 4.275, yang telah di lakukan oleh Satlantas Polres Kubar.
Sementara untuk gangguan Kamtibmas secara kumulatif baik di bidang SatNarkoba, SatReskrim dan Satpolairud menangani 234 kasus dengan claim clearing atau penyelesaian kasus sebanyak 142 atau 60,8 persen, ini belum maksimal karena ada beberapa kendala.
Sementara itu untuk kasus narkoba menangani 95 kasus, dengan 63 kasus selesai, dengan jumlah tersangka 141 orang, laki - laki 130 orang, Perempuan 11, serta barang bukti yang kebanyakan narkoba sabu-sabu sebanyak 533 poket atau 348,3 gram, double LL 10.241 butir.
"Ini yang menjadi perhatian extra Polres Kubar ke depan, kepada SatNarkoba, di tahun 2023 kami akan tekankan sedikit penindakan, kami lebih tingkatkan bekerjasama dengan stakeholder lainnya untuk proses pencegahan," paparnya..
Untuk kasus tindak pidana konvensional ada 179 kasus, selesai 91 kasus, untuk polsek jajaran ada 55 kasus, selesai 51 kasus, dan perkara tertinggi di tahun 2022 adalah pencurian biasa, 46 kasus, pengelapan 26 kasus, dan yang memprihatinkan tindakan pencabulan atau tindak asusila 22 kasus.
Sementara itu untuk kartu atensi dari Pimpinan Polri, Polres Kubar sudah menyelesaikan terutama kasus yang paling besar di tangani periode Agustus hingga November tindak pidana Narkoba sebanyak 57 kasus dengan tersangka 70 orang, dengan tindak pidana lain 75 kasus.
Kasus yang menonjol lainnya yang di duga gantung diri di Melak, penangan kasus sudah tahap sidik dan tahap I, terakhir sudah rekonstruksi olah tkp dengan menghadirkan tersangka jaksa dan penyidik di lokasi.
Kedua penemuan mayat di Jaras dengan korban Inisial S, hasil penyidikan ternyqta melakukan bunuh diri.
Kemudian untuk bidang operasional tahunan, sudah di lakukan operasi Bina Kusuma, Pekat Mahakam, Keselamatan Mahakam, Operasi Patuh Mahakam, Bina Waspada, Zebra, Antik, Operasi Jaran dan terakhir Operasi yang masih berjalan yakni Operasi Zebra.
Penulis : Sunardi
Editor: Aspian Nur