Seraung sendiri adalah topi lebar khas suku Dayak yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari terutama saat pergi berkebun atau bertani, terbuat dari anyaman daun Biruq atau sejenis daun palem ataupun pandan.
Pada acara pagi tadi, ada 11.500 orang yang hadir pada HUT ke-23 Kutai Barat dan semuanya mengenakan Seraung. Praktis banyaknya pemakai Seraung ini membuat catatan tersendiri sebagai yang pertama di Indonesia dan masuk dalam rekor MURI.
Bupati Kutai Barat FX Yapan berterima kasih atas kerjasama yang baik sehingga terlaksana pemecahan rekor MURI ini.
"Saya yakin Seraung adalah milik bersama, milik Kutai Barat, bahkan milik Negara Kesatuan Republik Indonesia, perlu dipertahankan agar bisa jadi budaya di masa mendatang," harap Yapan.
Rekor pemakai Seraung sebelumnya dicatat MURI atas nama Gereja Bethel Indonesia, Keluarga Imamat Rajani, dengan 1.294 orang mengenakan seraung pada upacara Borneo Celebration tahun 2019 lalu.
Acara HUT ke-23 sendiri dihadiri Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, TNI dan Polri, pemerintah kecamatan dan pelajar dari berbagai sekolah di Kutai Barat.
Selain pemecahan rekor mengenakan Seraung, pada HUT ke-23 tersebut digelar pula deklarasi mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara oleh Pemerintah Kutai Barat dan seluruh yang hadir.
Pemotongan tumpeng dan karnaval yang diikuti 16 kecamatan se-Kutai Barat mewarnai kemeriahan berdirinya kabupan itu selama lebih dari dua dekade.
FX Yapan bersyukur karena kabupaten yang dipimpinnya sudah berusia ke-23 tahun ini.
"Semoga kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tapi semua bisa mengambil makna di momen spesial ini, jadi motivasi untuk terus memberikan sumbangsih nyata, bersama-sama menggapai visi pembangunan di periode kedua kepemimpinan saya bersama wakil Bupati Bapak Ediyanto Arkan," kata Yapan.
Acara ulang tahun semakin spesial karena Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhamad Arifin hadir ditengah-tengah masyarakat. Ada juga Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun, anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Forkopimda, anggota DPRD Kutai Barat serta undangan lainnya. Ketua DPRD Kabupaten Kutai Barat Ridwai membacakan sejarah singkat berdirinya Kutai Barat pada acara ini.
Penulis : Sunardi
Editor: Aspian Nur