Taufik, sopir pickup tersebut menjelaskan, awalnya mobil yang dikemudikannya dari arah Barong Tongkok tiba-tiba ban dan stir bergetar hebat, membuat pemuda 20 tahun itu tak mampu menguasai kendaraan dan akhirnya hilang kendali. "Padahal kecepatan mobil sedang, tiba-tiba setelah tikungan ban dan stir terasa bergetar hebat," jelas Taufik.
Tak pelak karena getaran itu mobil yang dikemudikan Taufik hilang kendali kemudian keluar jalur arah kanan jalan, menabrak gundukan tanah dan terguling sementara bagian belakang mobil tersangkut kabel SR hingga satu kabelnya putus.
Mobil pickup ringsek cukup parah dan proses evakuasi terpaksa menunggu petugas PLN untuk mematikan aliran listrik, karena dikhawatirkan kabel yang putus masih mengaliri listrik.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini, Taufik dan seorang wanita yang menumpang hanya mengalami luka memar akibat benturan.
Lokasi kecelakaan sendiri hanya berjarak sekitar 100 meter dari jalur keluar masuk mobil dumptruk pengangkut batu belah milik seorang kontraktor di Kutai Barat.
Menurut warga sekitar, akibat keluar masuknya truk berukuran besar itu hampir setiap hari jalanan dipenuhi tanah yang terbawa ban truk, berpotensi rawan kecelakaan akibat tanah yang menempel di aspal saat cuaca panas berdebu dan saat hujan akan menyebabkan jalan aspal tersebut licin.
Keluhan tidak hanya di sampaikan warga yang tinggal disekitar lokasi, tapi juga masyarakat yang sehari- hari melintas menggunakan jalan ini sebagai akses utama.
"Kalau lewat sekitar sini memang agak rawan, karena sering banyak tanah di aspal, saat panas berdebu, hujan jadi licin, kami sangat berharap perusahaan yang mengangkut batu belah dari dalam bisa membersihkan tanah menempel di aspal akibat aktifitas mereka," kata seorang warga.
Penulis: Sunardi
Editor: Aspian Nur