"Saya tadi beli Rp30 ribu, di pengecer BBM daerah Siwo," Ardy warga sekitar Muara Lawa.
Sementara itu salah satu pengecer yang minta namanya tidak dikorankan mengatakan dirinya juga sudah beli dengan harga tinggi.
"Mereka antar ke sini, sudah harga Rp14 ribu per liternya, itu pun tidak mau antar kalau sedikit, minimal 20 jeriken. Jadi mau tidak mau jual Rp15 ribu/ per liter,"katanya.
Diketahui SPBU CV Nur Dahlia ini melayani masyarakat empat kecamatan. Belum beroperasinya SPBU ini cukup merepotkan karena bagi masyarakat yang ingin membeli BBM dengan harga normal terpaksa harus menempuh jarak yang cukup jauh hingga puluhan kilometer.
Media ini coba mendatangi SPBU Muara Lawa guna mencari tahu penyebab belum beroperasinya SPBU tersebut.
Pemilik SPBU Hartono mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu tim dari Pertamina untuk lakukan finalisasi terkait standar HSE, untuk saat ini dispenser fuel sudah diganti, kelistrikan, tangki dan bangunan sudah dipugar.
"Alat utama keselamatan sudah kami penuhi, misalnya alat pemadam api ringan( APAR), persiapan semuanya sudah 99 persen," terang Hartono.
"Jadi tinggal tunggu pihak Pertamina, guna memastikan aspek HSE, kita segera bisa operasi kembali, mudah-mudahan dalam minggu ini," katanya.
Selain itu, pihak SPBU berencana sebelum mulai operasi kembali akan dilakukan doa dan syukuran terlebih dahulu.
Saat di singgung berapa kerugian yang di derita akibat musibah kebakaran tersebut, pemilik SPBU mengatakan sekitar Rp700 juta lebih.
"Ganti dua dispenser fuel sekitar Rp600 juta lebih, ditambah perbaikan lainnya, yah sekitar Rp700 juta lebih," pungkasnya.
Penulis: Sunardi
Editor: Supiansyah