Kepada Korankaltim.com Sabtu (17/9/2022) siang tadi Agus menjelaskan kendala mereka melakukan cepat tanggap ke daerah yang terkena bencana .
“Kami tidak ada alat transportasi dan kekurangan SDM," ujar Agus.
BPBD Mahulu yang baru terbentuk di tengah kesulitan anggaran pada 11 April 2022 lalu ini memiliki banyak indikator yang belum terpenuhi diantaranya jumlah penduduk dan prasana yang kurang memadai.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas membuat peralatan dasar yang menunjang kinerja BPBD sedikit terhambat.
BPBD Mahulu sudah membuat proposal bersama dengan Sekretaris Kabupaten Stephanus Madang juga Bupati MAHULU Bonifasius Belawan Geh untuk dikirimkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar dibantu anggaran untuk membantu kinerja mereka
“Kami sempat roadshow ke BNPB untuk meminta anggaran agar kinerja kita lebih mudah,” jelasnya.
Berbeda dengan BPBD Kutai Barat (Kubar) yang awal mula terbentuknya sudah mendapatkan alat seperti speedboat,mobil, dapur umum, wc umum, tenda dan sebagainya yang menunjang kinerja mereka.
“BPBD Kutai Barat sudah mendapat fasilitas sejak awal mereka terbentuk,' ungkap Agus.
Penulis Jerry Lukas
Editor: Aspian Nur