Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahulu, Agus Darmawan menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data kerugian dari dampak banjir tersebut. Bantuan berupa sembako untuk warga Kampung Long Lunuk yang 90 persen pemukiman warganya terendam banjir akan segera disalurkan. “Kami sudah mengkaji dan akan menyuplai sembako untuk warga Long Nunuk,” tuturnya.
Untuk jadwal pemberian bantuan berupa sembako ini sendiri baru akan dilaksanakan pada Selasa (20/9/2022) pekan depan, lantaran adanya keterbatasan stok sembako yang ada di Ujoh Bilang dan Long Bagun, sehingga harus menunggu kiriman dari Samarinda.
BPBD Mahulu sendiri sudah mempersiapan 500 paket sembako yang akan diutamakan untuk warga Kampung Long Nunuk, lalu Long Apari dan terakhir Long Pahangai.
Seperti diketahui, banjir bandang sempat merendam sejumlah wilayah di Mahulu pada 9-10 September 2022 lalu. Kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) di BPBD juga mengakibatkan keterlambatan penyediaan posko dan bantuan lainnya untuk masyarakat yang terkena banjir. “Kurangnya SDM sehingga membuat kita agak tersendat untuk melakukan cepat tanggap ini,”tutupnya.
Penulis : Jerry Lukas
Editor: Maruly Zainuddin