Sebenarnya, tempat penampungan sampah ini sendiri sudah dibuatkan lubang pembuangan, namun lubang yang ada tersebut sudah terisi penuh hingga mengakibatkan sampah terpaksa ditumpuk di luar lubang.
Pengawas TPA Belau, Antonius Hajang mengatakan, untuk saat ini pihaknya mengalami kendala dikarenakan lubang land and fill yang ada sudah penuh dan harus segera dibuatkan lubang baru.
"Ditambah lagi alat berat rusak sudah lebih dari sebulan,sedangkan alat ini yang kita gunakan untuk menumpuk sampah,"terang Antonius Hajang, Rabu (14/9/2022).
Padahal katanya alat berat seperti dozer dan excavator yang dimiliki TPA Belau rencananya akan digunakan untuk membuat lubang land and fill dengan lebar 47 meter dan panjang 75 meter dengan kedalaman 10 meter. Lubang ini akan dipakai untuk jangka waktu dua tahun.
Namun pembuatan lubang ini sendiri belum bisa dikerjakan dikarenakan kondisi alat berat yang masih rusak. Selain itu, dalam membuat lubang land and fill ini menurutnya perlu tenaga ahli, memenuhi sisi keamanan, termasuk harus memenuhi peraturan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan tidak bisa asal buat lubang.
Kondisi penuhnya lubang buang dan rusaknya alat berat ini mengakibatkan sampah ditumpuk begitu saja. Beruntungnya kondisi ini agak sedikit terbantu dengan diperbolehkannya pemulung memilah sampah yang ada untuk dijual lagi sehingga mengurangi tumpukan.
Penulis: Sunardi
Editor: Maruly Zainuddin