Hanya saja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Barat belum bisa memastikan mereka bisa berpartisipasi atau tidak di ajang tersebut.
Anggaran jadi kendala utama bagi kontingen Kutai Timur. Namun KONI Kutai Barat terus berupaya agar atlet, pelatih dan ofisial tetap bisa berangkat ke Berau dan sudah mengajukan permohonan anggaran kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.
"Kami sudah mengadakan rapat dan mendapat dukungan dari Komisi III DPRD, berkoordinasi juga dengan pemkab. Kami mengusulkan anggaran keberangkatan sekitar Rp8 miliar," papar Ketua KONI Kubar Stepanus Ujung kepada Korankaltim.com Kamis (3/3/2022) siang tadi.
Anggaran yang diajukan tersebut bukan tanpa alasan, sesuai kebutuhan selama mengikuti Porprov. “Kami ajukan Rp8 miliar karena di Porprov tahun ini tidak ada Pra-Porprov, jadi semua medali untuk nomor pertandingan bisa diikuti semua cabang olahraga. Nomor pertandingan banyak dan atlet yang dipersiapkan juga banyak sehingga anggaran yang dibutuhkan pun banyak," ungkap Stepanus.
Anggaran itu akan disusulkan dan diperjuangkan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kubar sembari berharap pemkab bisa mengucurkan dana yang diusulkan ini.
"Setidaknya dari usulan Rp8 miliar kalau ada anggaran disetujui pemkab Rp5 miliar, maka dipastikan Kubar dapat ikut dalam Porprov Berau. Tapi kalau tidak ada anggaran dari pemerintah daerah, maka dengan berat hati, dengan rasa sedih, kami tidak bisa mengirimkan kontingen ke Porprov," pungkasnya.
Penulis : M Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur