"Pencarian memasuki hari ketiga pada Kamis ini. Sejak kemarin, upaya tim gabungan masih belum memperoleh hasil. Walaupun radius pencarian sudah diperluas hingga satu kilometer jauhnya," kata Koordinator Pusdalops BPBD Kubar, Erwin Sutanto, Kamis (27/1/2022).
Sebanyak 16 anggota BPBD Kubar diturunkan ke lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian. Hingga Kamis petang, korban masih belum bisa diketemukan. Walaupun tim sudah membagi tim agar bisa memaksimalkan upaya pencarian. "Masih nihil," ucapnya.
Di saat yang bersamaan, diketahui air sungai Kedang Pahu saat ini mulai mengalami kenaikan dikarenakan hujan yang terus mengguyur sehingga membuat air sungai ikut meluap.
"Memang air naik, tapi ini tidak begitu menghambat proses pencarian. Tim yang sedang berada di lokasi kejadian terus memaksimalkan upaya pencarian," tegasnya.
Soal lamanya waktu pencarian, Erwin mengatakan belum bisa dipastikan. Tetapi tim BPBD yang dikirim siap membantu selama yang diperlukan untuk melakukan pencarian.
"Masih belum tahu. Kita lihat besok, kalau masih belum ketemu, baru akan dikoordinasikan kembali bersama pihak keluarga. Apakah akan menambah lamanya waktu pencarian atau tidak. Namun, sampai ada keputusan nantinya. Tim masih terus berupaya maksimal," bebernya.
Untuk diketahui, proses pencarian korban JA (6) yang terseret arus sungai ini hanya bisa dilakukan pada waktu pagi hingga sore hari. Sebab, untuk malam hari, upaya pencarian sulit dilakukan karena gelap dan minimnya penerangan.
"Jadi proses pencarian sampai petang hari saja. Selain karena gelap, rawan juga bagi tim jika kapal perahu karet yang digunakan mengalami kecelakaan. Seperti tertabrak batang kayu ataupun lainnya yang membahayakan keselamatan," tandasnya.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor : Bambang Irawan