Korankaltim.com menelusuri langsung akses jalan provinsi tersebut itu sejak Jumat (21/1/2022) pagi lalu sekitar pukul 07.00 WITA mengendari motor dari Samarinda menuju kabupaten yang dijuluki Kota Beradat tersebut.
Sepanjang jalan trans Kalimantan media ini bersama jurnalis lainnya banyak menemukan jalan yang berlubang dan bergelombang setiap beberapa meter dan masih ditambah kubangan berlumpur jika hujan mengguyur.
Mau tidak mau harus mengurangi kecepatan untuk melintasi jalan rusak yang itupun masih bisa terjebak dan menghantam lubang yang menganga, hingga hampir terjatuh.
Jelas kondisi tersebut sangat membahayakan, bahkan dalam perjalanan kerap ditemukan kendaraan yang terjebak, bahkan terguling, akibat akses yang rusak parah.
Kalau berangkat jam tujuh pagi seharusnya bisa ke Kubar paling lama pukul 14.00 WITA sore, namun nyatanya kendaraan yang dinaiki baru masuk kabupaten bersemboyan Tanaa Ngerimana (Tanah Subur Makmur Melimpah) itu pada pukul 00.30 WITA atau jam setengah dua dini hari, lebih dari 18 jam perjalanan.
Dikonfirmasi terkait hal ini kepada Bupati Kubar FX Yapan Minggu (23/1/2022) lalu, diungkapkannya untuk perbaikan jalan yang rusak kewenangan ada di pemerintah provinsi dan kabupaten. "Teman-teman sudah melihat, mendengar dan merasakan, kondisi kami, terutama akses jalan kami," kata Yapan.
Akses jalan tersebut merupakan satu-satunya urat nadi perekonomian masyarakat Kubar-Mahulu menuju Ibu Kota Provinsi (IKN).
"Apalagi memasuki tahun 2022 memasuki musim penghujan, yang menyebabkan banyak jalan yang putus bahkan rusak berat. Biasanya, kalau normal ke IKN menempuh waktu 7-8 jam, tetapi saat ini karena banyak jalan yang rusak dari Sendawar menuju IKN bisa memakan waktu belasan jam," papar Yapan.
Pemkab Kubar sudah melakukan upaya dengan melaporkan kepada pemerintah provinsi hingga ke balai jalan, bagaimana penanganan akses jalan ini.
"Proyek jalan ini mau dilelang Rp50 miliar. Dalam pertemuan dengan wagub Kaltim, Bappeda dan PU kami minta spot-spot dimana rusaknya itu yang dikerjakan, jangan seperti yang sudah ada atau sudah baik mereka kerjakan, sedangkan yang rusak mereka tinggalkan, kalau begitu ya mengikuti seleranya pemborong, mencari yang mudah saja untuk dikerjakan," papar Yapan.
Pemkab Kubar terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Pasalnya akses ini adalah satu-satunya dalam meningkatkan perekonomian masyarkat.
"Artinya, apapun program pemerintah pusat dan provinsi bahkan kabupaten, sekalipun sampai berlian programnya, kalu akses jalannya tidak diutamakan, tetap tidak bisa jalan. Kalau jalan ini rusak kami tidak bisa memperbiki, karena kewenangan pusat dan provinsi, kalau diperbaiki nanti ada temuan," sebut Yapan.
Berbeda jalur yang menjadi kewenangan kabupaten, seperti akses jalan menuju antar kecamatan dan kampun-kampung, diperbaiki pemkab. “Sehingga memudahkan masyarakat kami. Kalau jalur trans Kalimantan bukan kewenangan kami, nanti berujung tenuan oleh BPK," tegasnya.
Terkait akses jalan Tabang ke Manor Bulatn yang bisa menjadi alternatif, pemkab belum tahu, apakah kewenangan pusat, provinsi atau kabupaten.
"Kami sudah melakukan pertemuan di Samarinda dengan kepala Bappeda, kami minta mereka menetapkan untuk status jalan tersebut, agar bisa menentukan siapa kewenangan dan tanggungjawabnya. Kalau kewenangan kami hanya sampai kampung Abit, kalau kabupaten ke kabupaten sudah menjadi kewenangan pemprov," tutup Yapan.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur