Normalnya aliran sungai yang meluap membuat jalan Trans Kaltim yang di kecamatan ini juga sudah bisa dilewati. Setelah sebelumnya sempat terendam air dan membuat beberapa kendaraan kesulitan untuk melewatinya.

"Jalan yang sempat tergenang juga sudah bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat," tegasnya.
Ketinggian air yang semula mencapai satu hingga dua meter dan sudah mengalami penurunan karena terbantu dengan tidak adanya hujan deras yang mengguyur kecamatan ini selama dua hari terakhir. Sehingga aliran air pun cepat kembali normal dan ketinggian banjir bisa segera turun secara drastis.
"Sudah dua hari kemarin tidak ada turun hujan, jadi banjir bisa segera surut. Baru malam tadi ada hujan lagi, tapi intensitasnya biasa," bebernya.
Meskipun demikian, anggota TNI-Polri terus membantu mengawasi perkembangan banjir ini tetap mengharapkan seluruh masyarakat untuk waspada. Sebab, banjir masih mungkin kembali terjadi, dikarenakan saat ini kondisi cuaca di Kubar juga masih dalam musim hujan.
"Kita selalu memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada. Meski sudah dua hari ini tidak hujan, tapi sekarang kita masih dalam musim penghujan. Air bisa saja kembali meluap dan menyebabkan banjir jika nanti hujan deras turun," tambahnya.
Diketahui sebelumnya bahwa banjir sempat merendam akses jalan dibeberapa kampung di Kecamatan Bentian Besar. Diantaranya adalah Kampung Dilang Puti, Suakong, Penarung, Randa Empas dan Sambung.
Namun, masyarakat tetap memilih berada di rumah dikarenakan bangunan tempat tinggal di kampung tersebut rata-rata menggunakan rumah panggung. Sehingga air tidak sampai masuk kedalam rumah dan hanya merendam akses jalan. Dan sementara waktu harus beraktivitas hanya dengan menggunakan perahu.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor : Bambang Irawan