“Kita dari BKPP melihat capaian sampai hari H itu belum terpenuhi semuanya, mau tidak mau kita harus menyurati BKN supaya diberi perpanjangan waktu, alhamdulilah disetujui,” terang Wenefrida Kayang kepada korankaltim.com (14/9/2021).
Ia optimis dengan perpanjangan waktu yang diberikan akan memberi kesempatan kepada seluruh ASN yang ada di Mahulu, untuk segera menyelesaikan pemutakhiran data pada aplikasi MySAPK BKN.
Terpisah, Kepala Sub Bidang Data BKPP Mahulu, Alikhan Salim mengatakan ada beberapa hambatan yang menyebabkan ASN lamban dalan melakukan pemutakhiran data, antara lain koneksi internet yang kurang baik, serta Aplikasi MySAPK yang seringkali terkendala untuk di akses.
“Ketika jaringan sudah bagus, giliran servernya yang tidak bisa di akses, jadi memang harus ditungguin, kadang jam 2 atau 3 subuh ada WA masuk, mau ngak mau harus kita jawab, artinya jam segitu dia baru bisa login,” tutur Alikhan.
Dilanjutkannya, dari total 1.116 ASN yang terdata dalam database BKPP Mahulu, pihaknya belum bisa memberi keterangan lebih lanjut perihal sudah berapa banyak ASN yang tuntas melakukan PDM.
Penulis: Yosafat G
Editor : Bambang Irawan