Kata Margono banyak tawaran yang datang agar bisa menjadi orang tua dari anak yang masih berusia sembilan tahun ini, bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang beberapa hari lalu juga menyampaikan hal serupa melalui akun twiternya.
"Tapi menurut kami yang berhak menentukan adalah mbahnya. Karena mbahnya kan orang tua dari orang tuanya Vino. Ini saja mbahnya ingin Vino bisa berkumpul dengan mereka di Jawa," tambahnya.
Dengan adanya rencana Vino untuk bisa berkumpul dengan neneknya di Sragen, Jawa Tengah. Berbagai tawaran pun terus berdatangan untuk bisa mengakomodir perjalanannya. Mulai dari perjalanan darat dari Kubar ke Balikpapan, tiket pesawat hingga dari bandara ke tempat tujuan yakni rumah neneknya.
"Banyak yang sudah menawarkan, cuma ini masih dirembukkan dulu dengan keluarga dan juga Vino. Apakah nanti akan pulang ke Jawa di tempat mbahnya. Atau masih tetap di Kubar bersama salah satu kerabatnya di daerah Simpang Raya, Barong Tongkok," pungkasnya.
Sementara itu, hingga hari terakhir menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Berbagai bantuan terus datang yang kali ini datang dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia. Melalui Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental, Banjarbaru bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
"Ini wujud nyata hadirnya Kemensos RI sesuai arahan ibu menteri untuk bisa melaksanakan respon darurat dengan mengunjungi anak Vino. Ternyata seluruh stakeholder di sini juga sudah bergerak dan berupaya terus untuk anak Vino ini," kata Herry Pawoko Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental Banjarbaru.
Dirinya juga mengatakan terkait pengasuhan dan perawatan yang terbaik saat ini adalah dari keluarga terdekat Vino yakni neneknya Vino yang saat ini berdomisili di Sragen, Jawa Tengah.
"Kita juga rencanakan untuk bisa mempertemukan Vino dan juga neneknya. Kesanggupan keluarga untuk merawat dan mengasuh Vino ini sangat dibutuhkan. Mengingat di usianya sekarang ini sangat membutuhkan peran keluarga dalam menjalani hidup," tandasnya.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor : Bambang Irawan