“Dengan segala keterbatasan, hanya ada beberapa pendampingan budaya yang dapat dilaksanakan dan berjalan, maupun yang sedang pada tahap menunggu dilaksanakan,” kata Dominikus.
Pendampingan budaya daerah yang sudah berjalan antara lain adalah Hudoq Pakayang yang digelar setiap tahunnya di Long Pahangai. Ada juga Icu Onam, yaitu sebuah festival kecil yang diselenggarakan di Long Apari.
Icu Onam diangkat berdasarkan nilai-nilai gotong royong masyarakat zaman dulu. Untuk pendampingan yang sedang direncanakan digelar ada di Datah Bilang Disdikbud Mahulu merencanakan akan menggelar pendapingan budaya daerah dengan nama Mecak Undat Pade Matoy.
“Rencananya akan diselenggarakan pada bulan empat kemarin, tapi karena ada pergeseran, gagal dan ini sudah dua tahun tak bisa dilaksanakan,” ungkap Dominikus. Banyak kebudayaan yang harus dilestarikan di Mahulu, baik yang bersifat fisik, maupun non fisik.
Kegiatan pendampingan budaya dirasa cocok sebagai salah satu cara untuk tetap menjaga hidupnya budaya tersebut. “Kami harap pergelaran penadampingan budaya dapat dilakukan, dan ditingkatkan. Agar anak muda dapat semakin mengenal dan mencintai budayanya,” tutupnya.
Penulis: */Yosafat
Editor: Aspian Nur