"Bukan tidak mungkin jika masih ada sisa bara api yang masih menyala, karena lahan yang terbakar kemarin cukup luas. Makanya tim patroli terus memantau area tersebut dalam beberapa pekan terakhir ini," kata staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kubar yang menangani bidang karhutla, Adi Suseno saat dihubungi korankaltim.com pada Minggu (25/10/2020) siang tadi.
Beruntung dalam beberapa hari terakhir Kubar sering diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi sehingga membantu memadamkan beberapa titik api yang mungkin masih ada dan tidak bisa terpantau tim patroli.
"Terbantu dengan hujan dalam beberapa hari terakhir ini tapi kami semua harus tetap waspada tidak hanya di wilayah itu tapi juga wilayah lainnya di Kubar ini. Kabupaten ini memang daerah rawan karhutla meski sekarang sepertinya sudah memasuki musim penghujan," papar.Adi.
BPBD Kubar terus menghimbau kepada masyarakat tetap meningkatkan kesadaran dan kepedulian apalagi sekarang masyarakat di Kubar sudah mulai bercocok tanam dimana sudah menjadi tradisi turun-temurun dalam kegiatan tersebut dilakukan pembukaan lahan dengan cara tradisional yaitu membakar.
"Jangan sampai lengah dan menyepelekan hal ini.Tetap berkoordinasi dan berkomunikasi dengan BPBD Kubar atau MPA (Masyarakat Peduli Api) serta Polsek dan Koramil diwilayah masing-masing. Kami siap untuk membantu pengawasan dilapangan dalam kegiatan tersebut agar mencegah terjadinya karhutla," tegas Adi. (*)
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur