Jenazah lalu dimakamkan di pemakaman muslimin setelah disalatkan di Masjid Asy-Syahid Loa Kulu pada Jumat (16/10/2020).
"Seluruh keluarga hampir tidak percaya dengan kepergian almarhum. Terasa begitu cepat dan tidak terduga sama sekali," kata Jamrin, perwakilan keluarga.
Misran meninggalkan dua orang anak laki-laki, yakni Dimas dan Bimo yang saat ini masih menempuh pendidikan. Juga seorang istri yang juga bekerja di kantor pemerintahan Kabupaten Kubar, Yuyun Diah Setiorini.
Pemakaman dilakukan selepas shalat jumat karena menunggu putra sulung almarhum yang baru tiba dirumah duka sekitar pukul 11.00 WITA. Yang mana dalam perjalanan kerumah duka tersebut cukup mengalami beberapa kendala.
Isak tangis pun pecah saat jenazah diberangkatkan dari rumah duka menuju masjid Asy-Syahid untuk dishalatkan yang selanjutnya menuju tempat pemakaman. Istri almarhum pun hampir terjatuh pingsan karena kesedihan yang begitu mendalam. Namun tetap menguatkan diri untuk mengantar almarhum menuju tempat pemakaman.
Setelah di shalatkan, keluarga dan masyarakat sekitar pun mengantarkan jenazah almarhum yang dikenal baik dan mempunyai sifat yang humoris dan juga sangat baik ke tempat peristirahatan terakhir.
Dimana sosok almarhum semasa hidupnya sangat dikenal baik dan akrab ditengah masyarakat. Sehingga kepergiannya menimbulkan rasa kehilangan yang besar.[]
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor : Rusdi