“Kita gelar aksi ini untuk menolak beroperasinya tambang batu bara tersebut di kampung Rumpun Asa,” kata salah satu koordinator kegiatan, Korneles Detang.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bagian dari penolakan warga Kampung Ongko Asa yang menolak rencana masuknya salah satu perusahaan tambang batu bara sejak pertengahan tahun 2018 lalu.
Hingga kini telah ada 4 kampung yang menolak rencana masuknya tambang batu bara milik PT Kencana Wilsa di Kampung Rumpun Asa.
“Yang sangat dikhawatirkan dengan masuknya tambang ini akan merusak ekosistem alam dan melenyapkan sumber kehidupan dari warga kampung Rumpun Asa,” tambahnya.
Aksi tersebut dilakukan dengan berorasi di depan kantor DLH dan membentangkan spanduk mengenai penolakan aktivitas tambang.
Saat berita ditulis, pertemuan perwakilan warga dengan pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kubar masih berlangsung.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor: M.Huldi