Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Udara Dishub Mahulu Fery Marpaung mengaku,
saat ini pihaknya masih melakukan proses perbaikan. Namun, perbaikan akan diserahkan masih belum bisa dipastikan.
“Kami (Dishub Mahulu) bersama rekanan yakni Uniersitas Brawijaya masih memperbaikinya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat perbaikan tersebut sudah bisa diselesaikan dan diserahkan. Sehingga SK ijin lingkungan bisa juga keluar dalam tahun 2020 ini,” kata Fery saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (5/8/2020) malam.
Dijelaskannya, beberapa perbaikan yang diminta tersebut tidak terlalu teknis hanya terkait dengan beberapa penulisan. Namun ada hal yang menjadi saran dan perlu kajian, yakni terkait pengalihan anak Sungai Mahakam. Yang mana di khawatirkan akan mengganggu landasan pacu (runway) jika nanti bandara dibangun.
“Ada kajian mengenai hal itu yang dilaksanakan pada tahun ini juga dan dikerjakan bersama rekanan. Setelah kajian selesai, maka akan di paparkan bagaimana teknisnya saat diserahkan nanti," bebernya.
Ia menambahkan, bahwa anak sungai yang dimaksud tersebut bukanlah anak sungai yang sifatnya permanen. Anak sungai tersebut hanya terbentuk musiman karena faktor cuaca hujan yang sewaktu-waktu terjadi. Sehingga, jika tahap pembangunan nanti sudah bisa dilakukan maka anak sungai ini harus dialihkan. Atau dibentuk semacam polder yang kemudian dialihkan ke sungai yang lebih besar.
“Karena nanti akan ada timbunan, maka harus mencarikan solusi untuk mengalihkan anak sungai yang terbentuk karena genangan tersebut. Targetnya dalam tahun 2020 perbaikan yang diminta sesuai dengan dokumen kemarin bisa selesai. Sehingga bisa segera dikoreksi dan jika hasil perbaikan ini tidak ada lagi koreksi maka harapan kita tahun 2020 ini juga SK tersebut bisa segera diterbitkan,” tandasnya.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor : Rusdianto