Menurut data dari American Stroke Association (ASA), divisi dari American Heart Association (AHA ) yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran tentang stroke, satu dari empat orang dewasa akan menderita stroke selama hidup mereka dan 80 persen dari episode ini dapat dicegah.
Selama beberapa dekade, stroke identik dengan usia lanjut, hipertensi dan merokok. Kini ruang gawat darurat menunjukkan wajah yang berbeda: pasien di bawah 50 tahun dengan defisit neurologis mendadak, seringkali tanpa riwayat yang jelas.
“Perubahan ini disebabkan oleh fenomena epidemiologi global yang dipicu oleh stres kronis, gaya hidup sedentari, polusi, disfungsi metabolik dini dan diagnosis yang terlambat ,” ujar ahli bedah saraf Matías Baldoncini, profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Buenos Aires dan direktur Laboratorium Neuroanatomi Mikrobedah di institusi tersebut melansir dari Infobae Kamis (30/10/2025) hari ini.
Stroke terjadi saat gumpalan darah menyumbat atau memecah pembuluh darah di otak sehingga mencegah oksigen mencapai otak dan menyebabkan kematian sel-sel otak.
Terdapat berbagai jenis stroke. Stroke dapat disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak, yang disebut stroke iskemik atau oleh pecahnya pembuluh darah yang mengakibatkan stroke hemoragik. Selain itu serangan iskemik transien terjadi ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke otak untuk sementara waktu.
Baldoncini menyebut sekitar 65 persen stroke bersifat iskemik , disebabkan oleh penyumbatan arteri, sedangkan sisanya merupakan stroke hemoragik , bentuk yang lebih jarang terjadi tetapi biasanya lebih serius.
Peningkatan kasus pada orang dewasa muda dan wanita didokumentasikan oleh penelitian terkini, seperti yang diterbitkan dalam The Lancet Regional Health – Americas , yang menganalisis evolusi kejadian kardiovaskular di 38 negara di kawasan tersebut selama 30 tahun terakhir.
Studi yang diterbitkan dalam The Lancet Regional Health – Americas menunjukkan peningkatan kasus pada wanita dapat dikaitkan dengan deteksi yang lebih tinggi, tetapi juga dengan faktor hormonal dan peningkatan kondisi seperti hipertensi, obesitas dan diabetes.
Sebuah studi yang diterbitkan pada bulan April di jurnal Stroke dari American Stroke Association mengungkapkan orang dewasa dibawah usia 50 tahun memiliki resiko dua kali lebih besar terkena stroke karena faktor non-tradisional seperti migrain , dibandingkan dengan faktor risiko klasik.
Mengenali gejala stroke dan bertindak cepat sangat penting untuk meningkatkan prognosis. Jika terjadi stroke, penting untuk segera menghubungi layanan darurat dan menyampaikan kecurigaan karena bertindak dalam "jam emas", 60 menit pertama, meningkatkan peluang pemulihan penuh.
Gejala stroke yang paling umum adalah:
- Kelemahan atau rasa kebas pada salah satu sisi wajah, lengan, atau kaki, terutama pada sisi yang sama.
- Kebingungan saat berbicara, sulit memahami apa yang dikatakan.
- Masalah berjalan
- Pusing.
- Kehilangan keseimbangan atau kurangnya koordinasi tubuh (misalnya, ingin meraih sesuatu dan tidak mampu).
- Sakit kepala yang sangat kuat dan tiba-tiba.
Pencegahan adalah landasan untuk mengurangi insiden stroke. "Musuh utama adalah tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik. Faktor-faktor lain yang meningkatkan risiko stroke antara lain merokok, diabetes, kolesterol tinggi, fibrilasi atrium, obesitas, gaya hidup yang kurang gerak, konsumsi alkohol berlebihan, dan pola makan yang tidak sehat," jelas Baldoncini
Rekomendasi para spesialis meliputi menjaga pola makan seimbang , melakukan aktivitas fisik secara teratur, berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol berlebihan, mengendalikan tekanan darah dan kadar glukosa, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur.
Editor: Aspian Nur