Keduanya memberikan perawatan yang tepat dan secepat mungkin untuk kondisi medis darurat atau yang mengancam nyawa.
Pasien gawat darurat yang datang ke UGD ataupun IGD akan langsung mendapatkan penanganan hingga kondisinya membaik. Setelah membaik, pasien umumnya akan dipindahkan ke ruang rawat inap yang telah ditentukan, jika memang membutuhkan rawat inap.
Namun memang ada perbedaan antara UGD dan IGD yang sebaiknya diketahui dan dalam hal ini ada tiga hal yang tidak sama antara UGD dan IGD. Yang pertama adalah jenis rumah sakit dan tenaga kesehatan
Meski sama-sama memberikan penanganan darurat, UGD dan IGD adalah dua fasilitas perawatan yang berbeda. IGD memiliki ruang lingkup yang lebih kecil dibanding UGD. Biasanya IGD terdapat di rumah sakit kecil. Tenaga kesehatan di IGD biasanya adalah dokter umum dan perawat.
Sementara UGD berada di rumah sakit yang lebih besar dengan dokter umum atau dokter yang berjaga juga lebih banyak. Tenaga kesehatan di UGD biasanya tak hanya melibatkan dokter umum dan perawat saja, tetapi juga dokter spesialis.
Yang kedua adalah penanganan kesehatan. UGD lebih sering merawat kondisi kesehatan yang mengancam jiwa, mulai dari kecelakaan, komplikasi penyakit kronis yang fatal, hingga keracunan. Kondisi kesehatan perlu mendapatkan penanganan sesegra mungkin di UGD antara lain nyeri atau dada tertekan, patah atau cedera tulang berat, cedera kepala, radang paru-paru, kejang, sakit perut parah, keracunan, kesulitan bernapas, serangan jantung, sakit kepala parah dan mengalami kelumpuhan tiba-tiba dan perdarahan yang tidak terkontrol.
Sementara, IGD merupakan fasilitas perawatan untuk masalah medis umum. Fasilitas ini dapat menjadi pilihan untuk mengobati penyakit dan cedera ringan. Kondisi kesehatan yang dapat ditangani di IGD diantaranya sakit punggung atau otot, luka sayat dan luka bakar ringan, diare, sakit telinga, penyakit kulit ringan, keseleo atau nyeri sendi, infeksi saluran pernapasan atas, infeksi saluran kemih dan muntah-muntah.
Perbedaan ketiga, karena kedua fasilitas ini melayani perawatan darurat, IGD dan UGD dibuka selama 24 jam sehari. Selain itu, kedua fasilitas ini harus terhindar dari infeksi nosokomial, yaitu infeksi yang menyebar di lingkungan rumah sakit.
Dalam hal kelengkapan fasilitas, UGD memiliki lebih banyak alat pemeriksaan kesehatan dibandingkan IGD. Di UGD, terdapat pemeriksaan laboratorium dasar dan tes pencitraan, seperti sinar-X. Fasilitas ini membantu tenaga kesehatan mendiagnosis pasien dan memberikan penanganan medis lanjutan dengan cepat.
Ruang UGD mungkin juga dilengkapi oleh monitor, seperti monitor ICU, untuk mengawasi kondisi pasien sebelum dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU).
Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention, ada beberapa alasan pasien memilih untuk pergi ke UGD dan IGD.
Editor: Aspian Nur