Namun, seberapa benarkah itu? Menurut ahli gizi, kenyataannya jauh lebih sederhana. “Pertama-tama minum air lemon membantu, terutama, untuk menghidrasi dan juga membuat sebagian orang merasa lebih tertarik untuk minum air putih, dengan manfaat yang dibawanya,” kata
Fran Gómez, anggota Komisi Nutrisi Olahraga dari Kolese Resmi Ahli Diet-Nutrisi Komunitas Valencia, Spanyol menjelaskan terkait hal itu dan ternyata ada banyak mitos seputar air lemon.
Melansir dari marca.com Rabu (1/10/2025) hari ini, minum lemon saat perut kosong sering dianggap sebagai cara untuk mendetoksifikasi tubuh dan disini, sang ahli menekankan, ada beberapa hal yang perlu diingat.
"Di satu sisi, tubuh sudah memiliki sistem detoksifikasi yang luar biasa yang terdiri dari hati, ginjal, paru-paru, dan kulit, yang bekerja 24 jam sehari, jadi, hingga saat ini, belum ada bukti kuat bahwa air lemon secara langsung meningkatkan proses ini," ucap Fran.
Namun memulai pagi dengan segelas air segar (dengan atau tanpa lemon) membantu rehidrasi setelah beberapa jam tidur, yang meningkatkan konsentrasi, energi, dan pencernaan," imbuhnya.
Mengenai suhu air (dingin, panas, atau suam-suam kuku), pakar menyatakan hal itu dapat memengaruhi kesehatan. “Baik suam-suam kuku maupun sangat dingin , air dapat merangsang motilitas usus dan memudahkan buang air besar," jelas Fran.
Mitos besar lainnya seputar minum air lemon saat perut kosong adalah anggapan bahwa air lemon membakar lemak, sesuatu yang, seperti ditekankan Fran tidak sepenuhnya benar.
"Minum air putih, baik sendiri maupun dengan beberapa tetes lemon dapat sedikit meningkatkan rasa kenyang dan bagi banyak orang, menggantikan makanan yang seharusnya lebih tinggi kalori seperti minuman ringan atau sarapan yang penuh kue kering, yang dalam jangka panjang membantu mengurangi asupan kalori total dan, oleh karena itu, dapat menjadi sekutu tidak langsung dalam pengendalian berat badan," paparnya.
Namun, air lemon sendiri tidak menghasilkan efek pembakaran lemak dalam tubuh. Beberapa penelitian menemukan minum air lemon, alih-alih pilihan lain, menghasilkan penurunan berat badan dan lingkar pinggang yang moderat , tetapi selalu sebagai bagian dari serangkaian kebiasaan dan bukan solusi ajaib.
“Kalau kebiasaan dan asupan tidak diubah maka hanya akan menambahkan air lemon ke dalam menu makan namun tidak akan ada penurunan berat badan," jelas Fran
Manfaat lain dari air lemon adalah "memberikan sedikit tambahan vitamin C dan antioksidan yang bisa meningkatkan asupan makanan. “Sitrat yang terkandung dalam lemon dapat membantu mencegah batu ginjal, meskipun buktinya masih terbatas," ucap Fran lagi.
Oleh karena itu, sitrat juga diyakini memiliki efek alkalisasi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meskipun, seperti yang diperingatkan oleh ahli, jumlahnya sangat kecil, sehingga sitrat saja tidak dapat mencapai efek tersebut.
Bagi sebagian besar orang sehat, air lemon tidak menimbulkan risiko, sebaliknya seperti yang ditunjukkan oleh ahli gizi, air lemon merupakan cara yang menyenangkan untuk meningkatkan asupan cairan dan menambahkan sedikit vitamin C ke dalam pola makan.
Satu-satunya aspek yang perlu dipertimbangkan sebagai potensi risiko kesehatan adalah kemungkinan efek asam sitrat pada email gigi, karena konsumsi yang sering dapat mempercepat kerusakan seiring waktu.
Saran dari Fran, sebelum menjadikannya sebagai kebiasaan sehat adalah minumlah melalui sedotan dan berkumurlah dengan air putih untuk mengurangi kontak langsung asam dengan gigi.
Editor: Aspian Nur