Analisis dari para ahli mengingatkan kalau banyak dari produk ini sebenarnya jauh dari berbahaya dan justru merupakan sumber nutrisi penting dengan manfaat kesehatan yang terbukti asalkan menjadi bagian dari pola makan yang bervariasi dan disiapkan dengan benar.
Dengan tujuan menghilangkan prasangka dan memikirkan kembali cara memandang apa yang dimakan, berikut tujuh contoh yang dipilih oleh para ahli Verywell Health dan didukung oleh penelitian Harvard terbaru.
Melansir dari laman infobae.com Selasa (30/9/202%) hari ini, alternatif-alternatif ini dapat membantu kita membangun pola makan yang lebih seimbang, bervariasi dan praktis tanpa mengorbankan rasa atau nutrisi penting.
1. Sayuran beku: nilai gizi dan kepraktisan
Sayuran beku seringkali dianggap kualitasnya lebih rendah daripada sayuran segar. Namun, para pakar industri sepakat pembekuan pada puncak kematangannya dapat mempertahankan nutrisinya.
"Sayuran beku bisa sama bergizinya dengan sayuran segar dan bahkan lebih bergizi dalam beberapa hal karena dibekukan pada puncaknya," sebut para peneliti. Ketersediaannya sepanjang tahun dan harganya yang terjangkau menjadikannya pilihan yang praktis dan sehat.
2. Ikan kaleng: sehat dan terjangkau
Ikan kaleng menimbulkan kekhawatiran tentang pengolahannya. Namun analisis dari Harvard menunjukkan varietas seperti salmon dan sarden tetap mengandung omega-3 dan protein esensial.
"Ikan bahkan yang kalengan sekalipun dapat menjadi kunci pola makan sehat dan mengurangi resiko penyakit kardiovaskular ," kata mereka.
Dengan konsumsi teratur membantu mengurangi risiko jantung dan stroke dan komposisinya biasanya terbatas pada bahan-bahan sederhana.
3. Kopi: konsumsi sedang dan potensi manfaatnya
Kopi telah menjadi bahan perdebatan karena potensi efek negatif kafein. Namun sebuah meta-analisis yang diterbitkan oleh National Heart Institute menyimpulkan kalau konsumsi kopi dalam jumlah sedang, dua hingga tiga cangkir per hari, berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian akibat semua penyebab.
Studi yang dilakukan dengan data lebih dari 450 ribu orang ini menemukan manfaat baik pada kopi biasa maupun kopi tanpa kafein. Penelitian ini mendukung gagasan kalau kopi dalam jumlah yang cukup dapat aman dan memberikan berbagai manfaat kesehatan, berkat antioksidan dan senyawa bioaktifnya.
4. Produk kedelai: demistifikasi dan potensi
Produk kedelai telah dikritik karena dugaan efek sampingnya. Harvard menekankan bukti tidak menunjukkan efek hormonal yang merugikan pada manusia akibat konsumsi kedelai, juga tidak meningkatkan risiko kanker.
Lebih jauh lagi hal itu menyoroti kalau kedelai tradisional adalah sumber protein, lemak dan isoflavon yang sehat dan konsumsinya dikaitkan dengan risiko kardiovaskular dan metabolisme yang lebih rendah.
5. Kentang: nutrisi berdasarkan persiapan
Kentang sering dikaitkan secara negatif dengan kandungan karbohidrat dan metode pengolahannya yang tidak sehat, seperti digoreng. Namun sebuah studi yang diterbitkan dalam Nutrients menyimpulkan mengonsumsi kentang yang diolah dengan cara sehat seperti direbus, dikukus atau dipanggang berkaitan dengan asupan serat, vitamin C, kalium dan nutrisi lainnya yang lebih tinggi tidak akan meningkatkan resiko penyakit kardiometabolik jika dimasukkan ke dalam pola makan seimbang.
Metode memasak adalah kunci untuk menentukan dampak kesehatan makanan ini, ketika makanan yang digoreng dan saus berlemak tinggi dihindari, kentang dapat menjadi sumber nutrisi penting yang berharga.
6. Popcorn: sehat tergantung cara penyajiannya
Popcorn sering dikaitkan dengan lemak jenuh, garam dan gula. Namun Harvard menekankan, jika dimatangkan dengan udara dan tanpa tambahan mentega atau gula, popcorn adalah camilan gandum utuh, kaya serat dan rendah kalori. Kandungan serat dan antioksidannya meningkatkan kesehatan metabolisme dan kardiovaskular.
7. Telur: Meninjau Kembali Peran Kolesterol
Kolesterol dalam telur telah menjadi sumber kekhawatiran selama beberapa dekade. Namun sebuah analisis yang diterbitkan di The BMJ menyimpulkan kalau konsumsi telur dalam jumlah sedang, satu butir sehari, tidak berkaitan dengan peningkatan resiko penyakit jantung pada populasi umum.
Penelitian yang menganalisis data dari lebih dari 170.000 orang dewasa dari berbagai negara menunjukkan telur menyediakan protein, vitamin dan antioksidan berkualitas tinggi dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat .
Hasil dari tinjauan Verywell Health dan studi Harvard terkini mendorong kita untuk mengesampingkan bias diet dan mengevaluasi setiap makanan berdasarkan kuantitas, persiapan dan konteks individu .
Contoh-contoh ini menunjukkan banyak makanan dengan reputasi buruk dapat sepenuhnya kompatibel dengan diet seimbang, asalkan dipilih dan disiapkan dengan benar.
Bukti ilmiah terkini mendorong banyak orang untuk mengesampingkan prasangka dan membuat keputusan yang tepat, dengan fokus pada variasi dan keseimbangan dalam setiap hidangan. Mengintegrasikan produk-produk ini secara bijaksana memungkinkan kita untuk memanfaatkan manfaatnya dan meningkatkan variasi serta kualitas pola makan.
Editor: Aspian Nur