Fenomena ini mendorong warga mencari berbagai metode perawatan alternatif untuk menjaga kebugaran dan mencegah risiko penyakit akibat gaya hidup modern.
Salah satunya adalah Bio Massage Therapy, yang kini mulai dikenal di Kota Samarinda. Treatment ini memadukan prinsip Traditional Chinese Medicine (TCM) dengan teknologi modern, tanpa jarum seperti akupuntur konvensional.
General Manager de Wave Indonesia, Gabriel Aridony Markus menjelaskan bahwa Bio Massage Therapy dirancang untuk mendeteksi dan memperbaiki area tubuh yang bermasalah, mulai dari otot lemah, saraf terjepit, hingga peredaran darah yang tersumbat.
Perawatan tersebut membantu membuka jaringan tubuh yang tersumbat, melancarkan aliran darah, dan mengembalikan nutrisi ke area yang terhambat.
“Prosesnya berlangsung 30 menit hingga satu jam, dengan intensitas yang bisa disesuaikan kondisi pasien,” jelas Gabriel, Senin (15/9/2025).
Metode ini tidak hanya meredakan ketegangan otot, tetapi juga menurunkan tingkat stres, memperbaiki kualitas tidur, dan mempercepat pemulihan tubuh.
Pendekatan ini relevan bagi warga urban di Kota Tepian yang kerap kali kesulitan menjaga kebugaran akibat gaya hidup aktif namun statis di tempat kerja.
Manajer Operasional de Wave, Tomi menambahkan pemilihan Samarinda sebagai lokasi ke-66 ini bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai memiliki potensi pasar yang tinggi sekaligus meningkatnya kesadaran warga terhadap kesehatan.
“Kami melihat Samarinda memiliki peluang yang bagus, dengan banyak warga yang membutuhkan perawatan seperti ini,” ujarnya.
Fenomena meningkatnya kebutuhan perawatan kesehatan non-medis ini menunjukkan bahwa warga perkotaan di Samarinda semakin sadar akan pentingnya menjaga tubuh dari dampak gaya hidup modern, sekaligus mencari alternatif untuk mengurangi ketegangan dan stres akibat aktivitas sehari-hari.
“Semua terapis bersertifikasi, dan setiap sesi menggunakan perlengkapan sekali pakai, sehingga keamanan dan kenyamanan tetap terjaga,” tutupnya.
Editor: Erwin