Daging olahan, biskuit, minuman bersoda, es krim dan beberapa sereal sarapan adalah contoh UPF yang menjadi semakin umum dalam pola makan di seluruh dunia.
UPF cenderung mengandung lebih dari lima bahan, yang biasanya tidak ditemukan dalam masakan rumahan, seperti zat aditif, pemanis dan bahan kimia untuk meningkatkan tekstur atau penampilan makanan.
Melansir dari laman bbc.co.uk Selasa (29/4/2025) hari ini, beberapa ahli mengatakan tidak diketahui mengapa UPF dikaitkan dengan kesehatan yang buruk dan hanya ada sedikit bukti hal ini disebabkan oleh proses pengolahannya dan bisa jadi karena makanan ini mengandung lemak, garam dan gula yang tinggi.
Para ahli dibalik penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine ini melihat penelitian sebelumnya untuk memperkirakan dampak asupan makanan ultra-proses terhadap kematian namun sejatinya tidak dapat membuktikan secara pasti UPF menyebabkan kematian dini.
Hal ini karena jumlah makanan ultra-proses dalam pola makan seseorang juga terkait dengan pola makan secara keseluruhan, tingkat olahraga, gaya hidup yang lebih luas dan kekayaan yang semuanya juga dapat memengaruhi kesehatan.
Penelitian ini mengamati survei pola makan masyarakat dan data kematian dari delapan negara mulai dari Australia, Brasil, Kanada, Chili, Kolombia, Meksiko, Inggris dan Amerika Serikat.
Laporan tersebut memperkirakan di Inggris dan Amerika Serikat, UPF menyumbang lebih dari separuh asupan kalori, 14 persen kematian dini dapat dikaitkan dengan bahaya yang ditimbulkannya.
Sementara di negara-negara seperti Kolombia dan Brasil, di mana asupan UPF jauh lebih rendah (kurang dari 20 persen dari asupan kalori), penelitian ini memperkirakan makanan ini terkait dengan sekitar 4 persen kematian dini.
Penulis utama studi ini, Dr Eduardo Nilson, dari Brasil, mengatakan UPF memengaruhi kesehatan karena perubahan pada makanan selama pemrosesan industri dan penggunaan bahan-bahan buatan, termasuk pewarna, perasa dan pemanis buatan, pengemulsi dan banyak bahan tambahan dan alat bantu pemrosesan lainnya.
Menurut perhitungan mereka, di Amerika Serikat pada tahun 2018, terdapat 124 ribu kematian dini akibat konsumsi makanan ultra-proses. Di Inggris, hampir 18 ribu. Studi ini mengatakan pemerintah harus memperbarui saran diet mereka untuk mendorong orang mengurangi makanan ini.
Namun, panel ahli nutrisi pemerintah Inggris baru-baru ini mengatakan tidak ada bukti kuat mengenai hubungan antara cara pengolahan makanan dan kesehatan yang buruk.
Tidak ada satu definisi yang disepakati semua orang, tetapi klasifikasi yang sering digunakan untuk makanan tersebut meliputi kue, kue kering dan biscuit, keripik, roti supermarket, sosis, burger, hot dog, sup instan, mie dan makanan penutup, nugget ayam, ikan, yoghurt buah dan minuman buah, margarin dan olesan hingga susu formula bayi.
Angka-angka dalam penelitian ini didasarkan pada pemodelan dampak makanan ultra-proses pada kesehatan masyarakat.
Prof Kevin McConway, profesor emeritus statistik terapan dari Universitas Terbuka mengatakan penelitian ini membuat banyak asumsi matematis yang membuatnya berhati-hati tentang apa arti dari temuan ini.
“Masih belum jelas apakah konsumsi sembarang UPF berdampak buruk bagi kesehatan, atau aspek apa dari UPF yang mungkin terlibat.
Dr Nerys Astbury, seorang ahli diet dan obesitas di University of Oxford juga setuju ada beberapa keterbatasan dalam penelitian ini. Sudah diketahui sejak lama diet tinggi energi, lemak dan gula dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti diabetes tipe 2, obesitas, kondisi jantung, dan beberapa jenis kanker, yang dapat menyebabkan kematian dini.
“Banyak UPF cenderung tinggi nutrisi ini,” kata Nerys seraya menambahkan penelitian hingga saat ini belum dapat membuktikan efek UPF disebabkan oleh hal lain selain pola makan tinggi makanan yang padat energi dan mengandung banyak lemak dan gula.
Jenis penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa konsumsi makanan ultra-proses berbahaya, kata Dr Stephen Burgess dari Universitas Cambridge.
Seberapa bugar seseorang secara fisik mungkin merupakan penyebab utama kesehatan yang buruk. Namun ketika banyak penelitian di berbagai negara dan budaya menunjukkan UPF dapat menjadi risiko bagi kesehatan, Dr Burgess mengatakan makanan ultra-proses mungkin lebih dari sekadar pengamat.
The Food and Drink Federation atau Federasi Makanan dan Minuman yang mewakili para produsen mengatakan istilah makanan ultra-proses menjelek-jelekkan berbagai macam makanan yang dapat membantu orang mencapai pola makan seimbang yang sehat, seperti yoghurt, saus pasta atau roti.
“Semua bahan tambahan yang digunakan oleh produsen makanan telah disetujui oleh Food Standards Agency, yang memastikan makanan tersebut aman untuk dimakan dan diminum,” kata mereka.
Editor: Aspian Nur