Indikator sanitasi total berbasis masyarakat khususnya pengolahan makanan dan minuman telah mencapai standar yang cukup. Ini menandakan sebagian besar rumah tangga telah memenuhi standar yang ditetapkan.
"Kami menghargai upaya masyarakat yang menyediakan makanan untuk berbuka puasa dan sahur. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kreativitas dalam memanfaatkan bulan Ramadan," ujar Jaya.
Dinkes Kaltim juga mengingatkan tentang pentingnya memperhatikan indikator sanitasi, termasuk penggunaan toilet yang layak, kebiasaan hidup bersih dan sehat, pengolahan makanan dan minuman yang baik, pengelolaan sampah rumah tangga, serta penanganan limbah cair agar tidak mencemari lingkungan.
Dengan adanya kesadaran dan upaya bersama, Jaya mengharapkan penerapan standar sanitasi di Kaltim dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat selama Ramadan ini.
Balai Besar POM (BBPOM) di Samarinda juga mengintensifkan pengawasan pangan untuk menjamin keamanan konsumsi masyarakat. Kepala BBPOM Samarinda Sem Lapik menyatakan pengawasan dilakukan di sarana ritel, distribusi dan produksi pangan, serta langsung ke pelaku usaha yang menjual takjil di pasar Ramadhan dan pinggir jalan.
"Kami melakukan pengecekan produk dan uji kelayakan pangan untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya yang beredar," ujar Sem Lapik.
Pengawasan berbasis risiko dilakukan terhadap produk yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti pewarna tekstil, boraks, atau formalin. "Kami melakukan sampling secara random dan memberikan edukasi kepada pelaku usaha," sebutnya
Editor: Aspian Nur