Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur pun mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyebaran penyakit ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur Jaya Mualimin kepada Korankaltim.com Kamis (5/10/2023) hari ini menyampaikan, saat ini baru ada satu laporan pasien yang positif terkena leptospirosis dan sudah ditangani oleh tim kesehatan.
"Satu orang itu berada di Kabupaten Kutai Barat. Kami sudah melakukan pengecekan kepada tikus yang ditangkap, dari 10 sampel ternyata hanya 2 tikus yang positif," ucap Jaya.
Dari jumlah tersebut belum bisa dikatakan kejadian luar biasa. Hal ini menurutnya juga disebabkan karena efek kemarau dengan curah hujan yang sedikit dan sumber air yang kurang.
"Jadi karena sumber air sedikit tikus itu minum di sumber air dan kencing disitu. Kalau makan tidak cuci tangan maka potensi untuk terkena leptospirosis sangat besar," papar Jaya.
Mulai saat ini masyarakat diminta mengantisipasi karena penyakit ini bisa menjadi kejadian luar biasa, apabila tidak ditangani dengan benar.
Dinkes sudah melakukan pemantauan dan pemeriksaan kepada 67 sampel tikus yang ditangkap di kabupaten kota se- Kaltim, setidaknya ada 29 tikus yang terinfeksi.
"Tetapi beberapa pekan ini kami pantau dan masih tergolong aman, tidak ada peningkatan kasus kepada manusia, dan memang ada di Kutai Barat," ucap Jaya.
Editor: Aspian Nur